BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong penguatan literasi keuangan syariah di masyarakat.
Dalam sebuah pernyataan resmi pada Minggu, 14 September 2025, Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menyampaikan bahwa Pasar Modal Syariah merupakan alternatif investasi yang tidak hanya menawarkan keuntungan finansial, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, transparansi, dan kesesuaian dengan prinsip syariah.
“Pasar Modal Syariah hadir sebagai alternatif investasi yang tidak hanya memberikan peluang keuntungan, tetapi juga menjunjung tinggi prinsip keadilan, transparansi, serta kesesuaian dengan aspek kesyariahan,” ujar Primandanu.
Ia menekankan bahwa literasi yang kuat menjadi kunci agar masyarakat dapat memahami dan memanfaatkan instrumen investasi syariah secara optimal dan aman.
Menurut Primandanu, penguatan literasi pasar modal syariah bukan sekadar edukasi teknis, melainkan bagian dari strategi pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
“Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat, diharapkan akan tumbuh ekosistem investasi yang inklusif, etis, dan berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan sektor riil dan kesejahteraan sosial,“ tutur Primandanu lagi.
OJK Kalteng juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara regulator, pelaku pasar, dan lembaga pendidikan dalam menyebarluaskan informasi mengenai pasar modal syariah. Program edukasi yang menyasar generasi muda, pelaku UMKM, dan komunitas keagamaan dinilai efektif dalam memperluas jangkauan literasi keuangan berbasis syariah.
“Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi yang sesuai dengan nilai-nilai spiritual dan sosial, OJK berharap Pasar Modal Syariah dapat menjadi pilihan utama dalam membangun portofolio keuangan yang sehat dan berkelanjutan,“ katanya.
Primandanu menambahkan bahwa investasi syariah bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga tentang keberkahan dan tanggung jawab sosial.
Dengan pesan ini, OJK Kalteng mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mulai mengenal dan mendalami pasar modal syariah sebagai bagian dari transformasi ekonomi yang lebih adil dan berdaya saing.
“Literasi yang kuat akan menjadi fondasi dalam menciptakan generasi investor yang cerdas, beretika, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,“ bebernya. (TESTI PRISCILLA/y)









