BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Festival Literasi Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tahun 2025 resmi dibuka oleh Bupati Kobar, Nurhidayah. Acara yang digelar di halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) ini sekaligus menjadi momentum pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan se-Kobar serta peluncuran koleksi buku terbaru tahun anggaran 2025.
Festival Literasi Kabupaten Kobar dilaksanakan dari tanggal 15 - 19 September 2025 dengan berbagai rangkaian kegiatan, diantaranya bedah buku, story telling, lomba mewarnai, kelas berbagi membaca nyaring, pergelaran seni, senam bersama dan masih banyak lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Kobar, Nurhidayah menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar seremoni, melainkan ruang kreatif bagi masyarakat untuk berekspresi, mengasah bakat, sekaligus menumbuhkan minat baca melalui kegiatan positif.
“Literasi adalah jendela dunia. Dengan membaca, menulis, dan mengolah informasi, kita bisa belajar dari masa lalu, memahami masa kini, sekaligus merancang masa depan. Karena itu, literasi bukan hanya soal bisa membaca huruf, tapi juga berpikir kritis, memecahkan masalah, dan berinovasi,” ujarnya, Senin, 15 September 2025.
Ia menekankan bahwa literasi adalah fondasi penting pembangunan daerah. “Tidak ada kesejahteraan tanpa ilmu pengetahuan, dan tidak ada ilmu pengetahuan tanpa budaya membaca,” tambahnya.
Nurhidayah juga mengajak semua pihak, mulai dari orang tua, guru, komunitas, hingga masyarakat luas, untuk menjadikan literasi sebagai gaya hidup sehari-hari.
“Jadikan membaca sebagai kebiasaan, bukan kewajiban. Jadikan menulis sebagai keterampilan, bukan sekadar tugas. Karena bangsa yang besar adalah bangsa dengan masyarakat berbudaya literasi tinggi,” katanya.
Pada kesempatan itu, Nurhidayah juga mengukuhkan Bunda Literasi dari enam kecamatan di Kobar. Menurutnya, peran Bunda Literasi bukan hanya simbol, tetapi teladan nyata dalam menumbuhkan minat baca di masyarakat.
“Dengan adanya Bunda Literasi di tingkat kecamatan, saya yakin gerakan literasi akan semakin merata hingga pelosok desa. Mereka bisa menjadi mitra strategis sekolah, perpustakaan, komunitas, dan keluarga dalam menanamkan cinta membaca sejak dini,” ungkapnya.
Festival Literasi 2025 diharapkan mampu menumbuhkan semangat membaca, memperluas gerakan literasi, dan melahirkan generasi emas Kobar yang cerdas, berkarakter, serta berdaya saing. (NURITA/H)









