BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Tengah berencana membeli 20 ribu kantong belanja ramah lingkungan hasil produksi UMKM Kalampangan, Kecamatan Sabangau.
Langkah ini sebagai bagian dari dukungan pemerintah terhadap pengembangan usaha ramah lingkungan dan pengurangan plastik sekali pakai.
“Ke depan, DLH akan mendorong semua retail modern di Kalteng agar tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai. Sebagai gantinya, mereka bisa memasarkan produk UMKM lokal, seperti kantong ramah lingkungan ini,” kata Kepala DLH Kalteng Joni Harta seperti dikutip Borneonews pada Jumat, 26 September 2025.
Joni menilai, pengembangan produk kantong belanja pengganti plastik bukan hanya bermanfaat bagi lingkungan, tapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat.
Selain dukungan terhadap UMKM, DLH juga menyiapkan program edukasi kepada masyarakat. Edukasi itu untuk mendorong warga mengelola sampah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi, seperti kompos blok atau hasil daur ulang lainnya.
Menurutnya, keberhasilan Program Kampung Iklim di Kalampangan bisa menjadi contoh bagi desa dan kelurahan lain di Kalimantan Tengah dalam membangun kesadaran lingkungan.
“Edukasi harus terus diperkuat. DLH akan menyiapkan program pembelajaran yang matang agar masyarakat bisa mengelola sampah dengan cara yang benar, bermanfaat, dan berkelanjutan,” tambahnya. (HERMAWAN DP/H)
DLH Kalteng Bakal Beli 20 Ribu Kantong Ramah Lingkungan Karya UMKM Kalampangan
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
DLH Kalteng Terima Tim Peneliti UMPR, Bahas Kesiapan Tata Kelola Perdagangan Karbon di Kalteng
DLH Kalteng Kerja Sama dengan Fakultas Teknik UMPR Terkait Riset dan Pengabdian Demi Kelestarian Lingkungan
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Komentar (0)
Memuat komentar…







