BORNEONEWS, Palangka Raya — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Tengah menerima kunjungan tim peneliti dari Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) dalam rangka kegiatan Penelitian BIMA 2026.
Penelitian tersebut mengangkat tema "Transformasi Birokrasi Ekologis: Analisis Kesiapan Tata Kelola Perdagangan Karbon (Carbon Trading) di Provinsi Kalimantan Tengah".
Kepala DLH Kalteng, Joni Harta, menyambut baik kerja sama dan sinergi antara pihaknya dengan dunia akademisi.
Ia menegaskan bahwa DLH terbuka untuk terus bersinergi dengan para peneliti dan akademisi dalam upaya memperkuat data, kebijakan, serta inovasi pengelolaan lingkungan hidup di Kalimantan Tengah.
“DLH terbuka untuk bersinergi dengan akademisi dalam upaya penguatan data, kebijakan, dan inovasi pengelolaan lingkungan,” ujar Joni Harta, Rabu, 25 Agustus 2026.
Joni berharap hasil penelitian ini nantinya dapat menjadi bahan rujukan yang berharga bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan, khususnya terkait kesiapan dan pengembangan tata kelola perdagangan karbon yang transparan dan berkelanjutan.
Penelitian ini diharapkan mampu memberikan masukan strategis bagi pemerintah provinsi dalam menghadapi dinamika perdagangan karbon, sekaligus memperkuat peran Kalimantan Tengah sebagai provinsi dengan cadangan karbon hutan dan lahan gambut yang sangat besar.
“Semoga hasil penelitian ini dapat menjadi bahan rujukan dalam mewujudkan tata kelola lingkungan yang adaptif dan berkelanjutan,” tambahnya. (PATHUR/Y)









