PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam upaya memperkuat ekosistem halal di Provinsi Kalimantan Tengah, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalimantan Tengah berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Bank Indonesia, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Tengah menggelar kegiatan edukasi keuangan syariah kepada mahasiswa.

Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid melalui Zoom Meeting dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan strategis.

Kegiatan edukasi ini menjadi wujud nyata sinergi antar lembaga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalimantan Tengah mewakili Gubernur, Rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Direktur Utama LPH-KHT Muhammadiyah, Kepala OJK Kalimantan Tengah, Deputi Kepala Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Assoc. Dr. Muhamad Yusuf menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem halal di Kalimantan Tengah, khususnya melalui peran strategis Halal Center Universitas sebagai katalisator.

“Dengan adanya sinergi yang baik antara Pemerintah Daerah, OJK, dan Bank Indonesia, kami optimis penguatan industri halal dan keuangan syariah dapat berjalan lebih cepat dan terarah,” ujar Muhamad Yusuf dalam rilisnya OJK Kalteng pada Kamis, 2 Oktober 2025.

Ia juga menekankan bahwa edukasi kepada generasi muda, khususnya mahasiswa, merupakan langkah penting dalam membangun kesadaran dan literasi keuangan syariah sejak dini.

Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmen lembaganya untuk terus mendukung pengembangan ekosistem halal yang kuat dan terpercaya. Menurutnya, keuangan syariah memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama jika didukung oleh pemahaman dan partisipasi aktif dari masyarakat, termasuk kalangan akademisi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta pemahaman yang lebih luas mengenai pentingnya keuangan syariah dalam mendukung industri halal. Sinergi antar lembaga dan partisipasi aktif generasi muda menjadi kunci dalam membangun ekosistem halal yang berkelanjutan dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/H)