BORNEONEWS, Pulang Pisau - Ke depan pembangunan kesehatan harus bergeser dari upaya kesehatan yang bersifat kuratif, bergerak menuju ke arah preventif dan promotif sesuai kebutuhan dan tantangan masyarakat. Tntangan saat ini, menghadapi masalah kesehatan triple burden, yaitu masih tingginya penyakit infeksi, meningkatnya penyakit tidak menular, munculnya kembali penyakit yang seharusnya sudah teratasi sejak dulu.
“Program kesehatan yang menunjang visi dan misi Edy-Taty adalah pendekatan keluarga,” kata Bupati Pulang Pisau, H Edy Pratowo saat menjadi inspektur upacara Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52 di halaman kantor Dinas Kesehatan Pulang Pisau, Senin (14/11/2016).
Program keluarga sehat kata Bupati harus dilaksankan bertahap dan sampai akhir kepemimpinan bupati dan wakil bupati 2013 s/d 2018. “Seluruh puskesmas di kabupaten dapat terlaksana, dan target ini cukup berat melihat kondisi wilayah kita masih ada yang agak sulit tapi dengan satukan hati dan tekat saya yakin kita bisa,” katanya.
Seiring dengan kesehatan keluarga kata Bupati akan menjadi fokus Pemkab Pulang Pisau. “Dalam waktu dekat kita akan mencanangkan gerakan hidup sehat (germas) yang merupakan tindakan sistematik dan terencana yang dilalakukan secara bersama-sama, oleh seluruh komponen masyarakat,” katanya.
Terkait dengan Peringatan HKN 2016, kata Bupati merupakan momen yang baik untuk menguatkan komitmen, tekat dan semangat kita semua untuk lebih memberi makna pada masyarakat Kabupaten Pulang Pisau.
Terkait dengan upaya Pemkab Pulang Pisau tersebut Kepala Dinas Kesehatan Muliyanto Budihardjo menjelaskan bahwa menurut global burden of disease 2010 dan helath sector review 2014, penyakit stroke menduduki peringkat pertama penyebab kematian. “Ini akan menjadi ancaman bagi kita dimana usia yang kondusif yang besar seharusnya memberikan kontribusi bagi kabupaten , tetapi sebaliknya justru menjadi beban karena perilaku yang tidak sehat,” katanya.
Untuk mengatasi hal ini kata Muliyanto diperlukan upaya pendekatan promotif dan preventif yang efektif untuk menjawab tantangan kesehatan karena pada dasarnya untuk pencegahan penyakit menular maupun tidak menular sangat tergantung pada perilaku individu yang didukung dengan kualitas lingkungan, ketersediaan saran dan prasarana, peningkatan pelayanan kesehatan menciptakan sumber daya kesehatan yang berkualitas serta dukungan regulasi.
Terkait dengan germas kata Muliyanto tujuannnya agar masyarakat berperilaku sehat sehingga berdampak pada kesehatan yang terjaga, terciptanya lingkungan bersih. "Jika dalam kondisi sehat, produktivitas masyarakat meningkat maka biaya yang dikeluarkan untuk berobat akan berkurang," katanya. (JAMES DONNY/N).








