PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Puncak Bulan Inklusi Keuangan atau BIK Tahun 2025 di Palangka Raya menghadirkan nuansa inspiratif melalui kisah pelaku usaha kecil yang sukses mengelola keuangan dan berinvestasi di pasar modal. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya OJK Kalimantan Tengah dalam menunjukkan dampak nyata literasi keuangan terhadap kemandirian ekonomi.

Dalam sesi khusus, seorang pelaku usaha kecil membagikan pengalamannya membangun bisnis dari nol dan memanfaatkan produk keuangan formal untuk memperluas usahanya. Kisah ini menjadi bukti bahwa inklusi keuangan bukan hanya konsep, tetapi solusi nyata bagi masyarakat.

Talkshow Pasar Modal yang menghadirkan narasumber dari OJK dan Bursa Efek Indonesia turut memperkaya wawasan peserta, khususnya mahasiswa. Mereka diajak memahami peluang investasi yang aman dan strategi membangun portofolio sejak usia muda.

Seremoni penghargaan lomba-lomba BIK juga menjadi daya tarik tersendiri, menampilkan kreativitas peserta dalam menyuarakan pentingnya literasi keuangan melalui media digital, tulisan, dan karya visual. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi keuangan bisa dikemas secara menarik dan partisipatif.

Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil dan generasi muda.

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa akses keuangan adalah pintu menuju kemandirian,” kata Primandanu dalam rilisnya pada Selasa, 21 Oktober 2025.

Dengan pendekatan inspiratif dan edukatif, Puncak BIK 2025 menjadi ruang pembelajaran sekaligus motivasi bagi masyarakat Kalimantan Tengah untuk lebih aktif dalam mengelola keuangan dan membangun masa depan yang lebih sejahtera. (TESTI PRISCILLA/y)