BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangka memperkuat literasi dan perlindungan konsumen, OJK Kalimantan Tengah telah melaksanakan 74 kegiatan sepanjang Januari hingga Agustus 2025. Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menyebut kegiatan tersebut mencakup edukasi keuangan, kehumasan, hingga koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD.
Sebanyak 53 kegiatan di antaranya berupa edukasi keuangan kepada mahasiswa, pelaku UMKM, hingga peserta kegiatan masyarakat seperti BNN Run dan Hari Pramuka.
“Kami ingin menjangkau berbagai lapisan masyarakat agar semakin paham pentingnya pengelolaan keuangan,” kata Primandanu pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Selain itu, OJK Kalteng juga melaksanakan 10 kegiatan TPAKD, termasuk pendampingan program Kredit Bersubsidi (NGUME) dan pembentukan Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Barito Timur dan Sukamara.
“Kegiatan ini penting untuk memperluas akses keuangan masyarakat pedesaan,” ujarnya.
Primandanu menambahkan, terdapat pula delapan kegiatan kehumasan dan publikasi yang memperkuat transparansi informasi OJK kepada media serta tiga kegiatan Satgas PASTI untuk pencegahan investasi ilegal dan pinjol ilegal.
“Kami ingin masyarakat semakin waspada terhadap tawaran investasi yang tidak berizin,” tegasnya.
Menurutnya, edukasi finansial bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga membangun kepercayaan antara lembaga keuangan dan masyarakat.
“Literasi keuangan yang baik akan menumbuhkan perilaku keuangan yang sehat,” tambahnya.
OJK Kalteng berkomitmen melanjutkan kegiatan edukasi secara berkelanjutan di seluruh kabupaten/kota agar literasi dan inklusi keuangan di Kalteng terus meningkat. (TESTI PRISCILLA/y)









