BORNEONEWS, Sampit – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengusulkan agar pengelolaan Stadion 29 November Sampit dijadikan satu pintu. Hal ini bertujuan agar pengelolaan stadion dapat lebih maksimal dan terkoordinasi.
Kepala Dispora Kotim, Wiyono, menjelaskan bahwa saat ini pengelolaan stadion masih terpecah karena ada aset yang berada di bawah dinas lain.
"Ke depan inginnya kawasan Stadion 29 November Sampit itu dalam pengelolaannya itu dibuat satu pintu, satu manajemen. Sekarang ini masih ada aset dari dinas PU, sehingga Dispora dalam pengelolaannya tidak bisa maksimal karena tidak satu pintu. Kami harapkan ke depannya pemerintah daerah membuat peraturan untuk pengelolaan Stadion 29 Nopember Sampit yaitu satu pintu," ujarnya, Kamis, 30 Oktober 2025.
Dengan pengelolaan satu pintu, Wiyono berharap koordinasi kegiatan di stadion dapat lebih efisien, karena jika ada kegiatan cukup berkoordinasi dengan satu instansi, jika Dispora yang mengelola makan cukup dengan pihaknya.
Selain itu, ia perbaikan sarana dan prasarana stadion, termasuk penataan akses keluar masuk stadion dapat ditingkatkan.
"Kami juga ingin sarpas itu diberi sentuhan atau perbaikan, contohnya keluar masuk stadion. Sehingga aktivitas di stadion bisa terkontrol. Contohnya perbaikan pagar stadion agar pengaturan pengunjung lebih mudah saat ada acara, " ucapnya.
Wiyono juga mengimbau agar trek jogging di dalam stadion tidak lagi digunakan dan mengarahkan warga untuk berolahraga di trowongan.
"Karena dikhawatirkan kalau jogging di dalam lapangan itu, takutnya ada yang lalai sehingga terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan," jelasnya.
Minimnya pengawasan di kawasan stadion juga menjadi perhatian Dispora. Wiyono mengakui bahwa pihaknya hanya memiliki tiga orang pengawas.
"Pagi memang mereka kerja, nah waktu sore disaat mereka tidak jaga, takutnya ada yang kurang hati-hati dari pengunjung sehingga terjadi sesuatu. Contohnya kemarin, gara-gara ada yang membuang putung rokok membuat insiden kebakarnya selang untuk penyiraman rumput di lapangan," pungkasnya. (DEVIANA/H)









