BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelaku pembobolan brankas berisi uang Rp32,1 juta di ruang kantor lantai dasar Happy Puppy, Palangka Raya diduga kuat sebagai orang dalam. Pelaku terlihat mengenal betul tempat uang hasil usaha tiap malam tersimpan.

Bahkan pelaku langsung menuju ke titik penempatan uang yang tersimpan dalam brankas ukuran kecil. Dari hasil rekaman CCTV, awalnya pelaku terlihat masuk ke lorong menuju ruang gudang dengan mengenakan helm dilengkapi penutup wajah.

Dalam CCTV tersebut, pelaku juga membawa kayu balok ukuran 5X10 sepanjang 1,5 meter. Kemudian pelaku memegang pintu masuk ke ruang loker atau sekitar tiga meter dari ruang gudang.

Sebelum merusak, pelaku tiba-tiba mendatangi CCTV. Dia lalu memutar arah CCTV hingga menyorot ke bagian bawah. Setelah itu, pelaku membongkar pintu menggunakan kayu balok tersebut.

Setelah berhasil, pelaku pun berada di ruang loker. Selanjutnya, dia mencoba kembali merusak pintu menuju ruang kantor atau penyimpanan uang dalam brankas. Namun ketika masuk ke ruang kantor, helm pelaku sudah terganti dengan helm jenis GM.

Langsung saja, pelaku menuju tempat penyimpanan uang. Brankasnya lalu diangkut dan menuju keluar. Setelah melewati ruang loker, helm yang dikenakan pelaku kembali berubah dengan helm awal yang ia gunakan. Diduga, dia sengaja mengenakan helm karyawan yang tertinggal di ruang loker.

"Kalau melihat dari sisi pelaku seperti tahu persis lokasi-lokasinya, bisa saja dia kerja di sini atau pernah kerja di sini," ucap Supervisor Happy Puppy, Asep kepada wartawan, Rabu (23/11/2016).

Dia menuturkan, pada saat kejadian, Happy Puppy masih dalam kondisi tutup. Petugas keamanan baru masuk pada pukul 09.00 WIB. Sedangkan para karyawan sekitar pukul 09.45 WIB.

"Total yang hilang Rp31 juta, hasil penjualan tadi malam. Ditambah Rp600 ribu uang modal dan Rp500 ribu uang tips karyawan," ucap Asep.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Palangka Raya AKP Erwin T H Situmorang belum bisa memastikan dugaan itu. Pihaknya tetap akan melakukan pendalaman dan memeriksa sejumlah saksi. 

"Untuk barang bukti yang kita amankan berupa kayu balok dan helm. Sidik jari juga sudah kita lakukan. Siapa pelakunya, nanti akan kita dalami," ucap Erwin. (BUDI YULIANTO/m)