BORNEONEWS, Pulang Pisau – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang mulai terjadi pada masa pancaroba.
Kepala Pelaksana BPBD Pulang Pisau, Osa Maliki, mengatakan bahwa kondisi cuaca saat ini tidak menentu dan dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti hujan intensitas tinggi dan angin puting beliung.
Osa menjelaskan bahwa fenomena perubahan cuaca yang cepat belakangan ini sudah dapat dirasakan bersama oleh masyarakat. Hujan yang tiba-tiba turun kemudian disusul angin kencang menjadi pola umum pada masa peralihan musim.
“Cuaca lagi memasuki masa pancaroba, jadi kami mengimbau seluruh masyarakat Pulang Pisau untuk lebih berhati-hati terhadap perubahan cuaca dan iklim. Biasanya kalau habis hujan, angin puting beliung bisa terjadi,” kata Osa, Selasa, 18 November 2025.
BPBD menilai kewaspadaan masyarakat sangat dibutuhkan, terutama di wilayah yang sering terdampak angin kencang. Pohon tumbang, atap rumah rusak, hingga gangguan kelistrikan menjadi risiko yang harus diantisipasi, sehingga warga diminta peka terhadap kondisi lingkungan sekitar.
Osa juga mengingatkan agar masyarakat tidak berlindung di bawah pohon atau bangunan yang rapuh saat cuaca ekstrem berlangsung. Aktivitas di luar rumah disarankan dikurangi jika terlihat adanya tanda-tanda angin kencang atau hujan lebat yang berpotensi membahayakan.
Untuk mengurangi risiko kerusakan, BPBD menyediakan layanan pemangkasan pohon bagi masyarakat maupun instansi yang membutuhkan. “Jika ada permintaan pemangkasan pohon yang dinilai berpotensi membahayakan saat cuaca ekstrem, segera laporkan ke BPBD. Kami akan menindaklanjuti sesuai SOP,” ujar Osa.
Ia menambahkan bahwa BPBD terus memantau perkembangan cuaca dengan berkoordinasi bersama BMKG. Warga diminta tetap tenang, waspada, dan segera melaporkan kejadian darurat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. (RETHA/y)









