BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Bupati Kapuas, M. Wiyatno secara resmi mengukuhkan Komunitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Anti Narkoba di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Rabu, 26 November 2025. Kegiatan ini juga dirangkai dengan penandatanganan komitmen bersama menuju "Kapuas Bersinar" (Bersih dari Narkoba).
Dalam sambutannya, Bupati Wiyatno mengungkapkan keprihatinannya terhadap ancaman narkotika yang kini tidak hanya beredar di kota besar, namun telah merambah hingga ke pelosok desa. Persoalan ini dinilai sangat kompleks karena melibatkan berbagai latar belakang sosial ekonomi dan profesi, termasuk di kalangan ASN. Oleh karena itu, diperlukan penanganan komprehensif yang melibatkan kerja sama multidisipliner.
Sebagai bentuk respons cepat, Pemkab Kapuas telah membentuk Tim Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (TIMDU P4GN & PN). Struktur tim ini tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten, melainkan telah terbentuk di 17 kecamatan yang melibatkan unsur Forkopimcam dan tokoh masyarakat. Bahkan, upaya ini diperkuat hingga ke tingkat desa dengan dukungan Babinsa dan Bhabinkamtibmas di 231 desa/kelurahan.
"Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kapuas juga telah menginisiasi pembentukan Komunitas ASN Anti Narkoba, yang anggotanya berasal dari seluruh perangkat daerah dan unit kerja se-Kabupaten Kapuas. Komunitas ini resmi dikukuhkan pada kegiatan hari ini," jelas Wiyatno
Kepala Badan Kesbangpol Kapuas, Yunabut, melaporkan bahwa komunitas ini beranggotakan 43 ASN yang merupakan delegasi resmi dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mereka diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan pemerintahan agar tetap bersih dari pengaruh zat adiktif.
Momen puncak acara ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama oleh Bupati, Wakil Bupati Kapuas Dodo, Sekretaris Daerah, serta seluruh unsur pimpinan OPD dan camat se-Kabupaten Kapuas.
Bupati Wiyatno menegaskan bahwa komitmen ini bukan sekadar seremonial belaka. Ia berharap kesepakatan tertulis ini menjadi kekuatan kolektif dalam mewujudkan Kabupaten Kapuas yang berdaya saing, sejahtera, indah, aman, dan religius.
Dengan lingkungan birokrasi yang bersih, pelayanan kepada masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih optimal tanpa gangguan integritas akibat narkoba.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, serta perwakilan organisasi pemuda dan wanita. (SABRIANOOR/y)









