BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61. Kegiatan yang dihadiri tenaga kesehatan, perangkat daerah, tokoh masyarakat dan warga setempat ini dipimpin langsung oleh Bupati Kobar Nurhidayah di Puskesmas Riam Durian, Kamis, 27 November 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Nurhidayah membacakan arahan resmi Menteri Kesehatan Republik Indonesia sekaligus menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta upacara.
Dia menegaskan bahwa momentum HKN harus dimaknai sebagai pengingat kolektif akan pentingnya derajat kesehatan masyarakat dalam menentukan masa depan bangsa.
Mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, HKN tahun ini menekankan bahwa kesehatan menjadi pondasi utama pembangunan. Ia menyampaikan, bahwa tema tersebut merupakan ajakan bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mulai dari keluarga hingga lingkungan yang lebih luas.
“Tema Generasi Sehat, Masa Depan Hebat pada Hari Kesehatan Nasional ke-61 adalah seruan pengingat bagi kita semua, bahwa kualitas kesehatan hari ini menentukan peradaban bangsa esok hari," ujarnya.
“Mari kita jadikan HKN ke-61 sebagai momentum untuk meningkatkan komitmen dan menumbuhkan optimisme dalam melanjutkan transformasi kesehatan Indonesia,” tambah Nurhidayah.
Selain itu, ia juga menyoroti perjalanan Transformasi Kesehatan Indonesia selama empat tahun terakhir yang dinilai membawa banyak capaian signifikan. Perubahan pendekatan dari “mengobati orang sakit” menjadi “menjaga orang sehat” disebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional.
Ia menyebut beberapa hasil konkret dari transformasi tersebut, antara lain lebih dari 52 juta masyarakat telah mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining tuberkulosis yang telah menjangkau lebih dari 20 juta penduduk. Pembangunan rumah sakit juga terus dikebut, dengan 32 dari 66 RSUD ditargetkan rampung pada 2025.
Nurhidayah menjelaskan kembali enam pilar transformasi kesehatan yang menjadi arah kerja nasional. Enam pilar tersebut meliputi penguatan layanan primer, peningkatan layanan rujukan, ketahanan kesehatan, sistem pembiayaan yang adil, pemerataan sumber daya manusia kesehatan, serta pemanfaatan teknologi kesehatan.
Ia mengapresiasi kontribusi seluruh tenaga kesehatan di Kabupaten Kobar yang telah bekerja keras mendukung implementasi transformasi tersebut. Menurutnya, dedikasi para tenaga kesehatan menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan di daerah terus tumbuh ke arah yang lebih baik.
Peringatan HKN ke-61 juga diisi dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi pencegahan penyakit, serta penyerahan penghargaan kepada unit layanan kesehatan berprestasi. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas komitmen dan inovasi dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat.
Terakhir, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus membangun budaya hidup sehat dan memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas.
Dengan semangat HKN, Pemerintah Kabupaten Kobar berharap percepatan transformasi kesehatan dapat menjadi bagian penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Kesehatan harus kita mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar, hingga ke tingkat desa dan kabupaten. Dari individu dan keluarga yang sehat, akan lahir masyarakat yang kuat,” pungkasnya.(NURITA/y)









