BORNEONEWS, Palangka Raya - Penguatan koordinasi Satgas Pasti turut diisi dengan pemaparan dari OJK Kalimantan Tengah mengenai perkembangan kinerja penanganan aktivitas keuangan ilegal sepanjang tahun berjalan.
Materi disampaikan Asisten Direktur Senior Bidang Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, Keuangan Daerah, dan Layanan Manajemen Strategis Kantor OJK Kalteng, Andrianto Suhada.
Dalam paparannya, Andrianto menguraikan mekanisme penanganan aktivitas keuangan ilegal yang dijalankan secara berlapis. Setiap laporan masyarakat, menurutnya, harus melalui proses verifikasi, identifikasi risiko, hingga koordinasi dengan instansi penegak hukum apabila ditemukan unsur pelanggaran.
“Penanganan yang cepat dan tepat membutuhkan alur yang jelas, agar tidak ada celah yang dapat dimanfaatkan pelaku,” kata Andrianto dalam rilis OJK Kalteng pada Sabtu, 6 Desember 2025.
Ia menjelaskan bahwa Satgas Pasti tidak hanya bergerak pada ranah penindakan, tetapi juga menempatkan upaya preventif sebagai fokus utama. Edukasi kepada masyarakat, penyebarluasan informasi modus terbaru, serta pemutakhiran daftar entitas ilegal menjadi langkah yang terus diperkuat.
“Pencegahan jauh lebih efektif ketika masyarakat memahami ciri-ciri aktivitas keuangan yang tidak benar,” imbuhnya.
Andrianto turut memaparkan data terbaru penanganan laporan sepanjang 1 Januari hingga 30 November 2025. Pada periode tersebut, OJK mencatat sebanyak 23.147 pengaduan terkait entitas ilegal. Dari jumlah tersebut, 18.633 laporan berasal dari kasus pinjaman online ilegal, sementara 4.514 pengaduan berkaitan dengan investasi ilegal yang memanfaatkan berbagai platform digital.
Data tersebut menunjukkan masih tingginya dinamika kasus ilegal yang menyasar masyarakat, terutama melalui kanal daring. Menurut Andrianto, tingginya angka aduan tersebut menjadi pengingat bahwa edukasi dan literasi keuangan harus terus diperluas agar masyarakat mampu mengenali tanda-tanda penipuan sejak awal.
Melalui pemaparan ini, Satgas Pasti Kalteng menegaskan kembali komitmen memperkuat pengawasan dan pelayanan pengaduan. Harapannya, sinergi antaranggota Satgas dan peningkatan kehati-hatian masyarakat mampu menekan laju praktik keuangan ilegal yang masih marak terjadi. (TESTI PRISCILLA/H)









