TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Bupati Barito Timur, M Yamin, memastikan pelaksanaan bakti sosial operasi bibir sumbing dan langit-langit di RSUD Tamiang Layang berjalan optimal dan tepat sasaran. Hal itu ditegaskannya saat meninjau langsung jalannya kegiatan kemanusiaan tersebut, Jumat, 19 Desember 2025.

Peninjauan dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjamin akses pelayanan kesehatan yang adil dan berkualitas bagi masyarakat, khususnya bagi pasien dengan kebutuhan medis khusus.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati M Yamin didampingi unsur Forkopimda, di antaranya Ketua DPRD Barito Timur, Kapolres Barito Timur, Kepala Kejaksaan Negeri Barito Timur, Pabung 1012/Buntok, perwakilan Pengadilan Negeri Tamiang Layang, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah.

Bupati Barito Timur dalam keterangannya mengatakan, kegiatan bakti sosial operasi bibir sumbing dan langit-langit ini merupakan wujud nyata kepedulian bersama terhadap masyarakat yang membutuhkan penanganan medis lanjutan.

Program tersebut merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Barito Timur dengan Smile Train Indonesia, serta didukung Yayasan Anugerah Sentosa dari Surabaya.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan sosial kita bersama. Pemerintah daerah hadir untuk memastikan masyarakat, khususnya anak-anak dengan kelainan bibir sumbing dan langit-langit, mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan manusiawi,” ujar Yamin di sela-sela peninjauan.

Ia menjelaskan, dari 12 pasien yang terdaftar mengikuti kegiatan tersebut, sebanyak sembilan pasien dapat menjalani operasi pada hari pelaksanaan. 

Sementara tiga pasien lainnya berasal dari luar daerah, yakni Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, dan Kotawaringin Barat, yang diduga terkendala jarak tempuh yang cukup jauh.

“Sebagian pasien berasal dari luar Barito Timur. Kemungkinan mereka terkendala jarak dan waktu perjalanan. Namun secara umum, pelaksanaan hari ini berjalan lancar dan sesuai prosedur medis,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa seluruh rangkaian operasi dilaksanakan secara gratis tanpa dipungut biaya apa pun. Program ini juga mendapat dukungan pembiayaan dari Jamkrida, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap biaya pengobatan.

“Operasi ini gratis, tidak dipungut biaya. Kami ingin masyarakat tidak ragu untuk memeriksakan anak atau anggota keluarganya yang mengalami kelainan bibir sumbing dan langit-langit,” tegas Yamin.

Kepala Daerah pun mengimbau masyarakat yang memiliki anak atau anggota keluarga dengan kondisi serupa agar segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat. Menurutnya, keberhasilan program kemanusiaan seperti ini sangat membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar dapat terus berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)