PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Kalteng, Erwan Suryono menyampaikan bahwa posisi kredit per Oktober 2025 di wilayah Kalteng masih didominasi oleh kredit konsumtif.

Menurutnya, total kredit konsumtif mencapai Rp20,90 triliun atau 39,38 persen dari keseluruhan kredit yang disalurkan. Disusul oleh kredit modal kerja sebesar Rp18,16 triliun atau 34,22 persen, serta kredit investasi sebesar Rp14,01 triliun atau 26,40 persen.

“Dominasi kredit konsumtif menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan rumah tangga, namun di sisi lain juga perlu diimbangi dengan penguatan sektor produktif agar pertumbuhan ekonomi lebih berkelanjutan,” ujar Erwan pada Rabu, 24 Desember 2025.

OJK Kalteng mencatat, terdapat lima sektor ekonomi terbesar yang memanfaatkan fasilitas kredit. “Lima sektor ekonomi utama pengguna kredit yaitu Rumah tangga sebesar Rp20,61 triliun atau 38,83 persen. Pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar Rp15,77 triliun atau 29,71 persen,“ katanya.

"Ketiga, Industri pengolahan sebesar Rp1,19 triliun atau 2,24 persen, keempat yaitu Aktivitas jasa lainnya sebesar Rp0,97 triliun atau 1,84 persen, serta kelima yaitu Aktivitas keuangan dan asuransi sebesar Rp0,96 triliun atau 1,82 persen,“ jelasnya.

Erwan menegaskan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi tulang punggung perekonomian Kalteng, dengan kontribusi hampir sepertiga dari total kredit. Sementara itu, sektor rumah tangga tetap mendominasi, mencerminkan tingginya kebutuhan konsumsi masyarakat.

OJK Kalteng berkomitmen untuk terus mendorong literasi keuangan dan memperkuat penyaluran kredit produktif, khususnya di sektor-sektor strategis seperti pertanian dan industri pengolahan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing daerah sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/y)