BORNEONEWS, Palangka Raya – Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) telah menyelamatkan lebih dari 2.000 selama 25 tahun usinya berdiri di Indonesia. Yayasan itu berjanji akan terus menjaga keberadaan orangutan di Kalimantan.
“Kita sudah 25 tahun bekerja di Indonesia dan kita sudah menyelamatkan lebih dari 2.000 orangutan. Yang dapat kita janjikan, jika kita bekerja terus seperti ini orangutan tak akan pernah punah,” kata CEO BOSF, Jamartin Sihite, Senin (5/12/2016).
Kata dia, angka itu sebenarnya mengambarkan ada persoalan besar dalam upaya konservasi orangutan. Hal itu dipertegas dengan degradasi status orangutan yang kini sudah berada di level sangat terancam punah, atau hanya satu level dari kepunahan.
Lanjut Jamartin, dengan upaya pelepasliaran dan menjaga hutan yang menjadi lokasi pelepasliaran, akan menjamin spesies yang 94 persen gen mirip manusia itu akan terus ada. “Kita berani janji itu tak akan pernah punah,” tegas dia.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1, Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng, Nandang Hermawan mengatakan, BOSF amat membantu meringankan tugasnya. Terutama dalam upaya menyelamatkan orangutan.
Karena, kata Nandang, ketika ada spesies orangutan yang diselamatkan maka ada tempat untuk menitipkan. “Kita titipkan di sana sementara jika bisa langsung dilepaskan ke habitat alami atau direitroduksi,” ucapnya.
Peringatan ke-25 tahun BOSF di Indonesia dan 16 tahun di Nyaru Menteng, Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya digelar di Bumi Perkemahan Nyaru Menteng. Acara tersebut diselingi pemberian penghargaan kepada pegawai dan pihak-pihak yang membantu BOSF dalam pekerjaannya.
Acara yang diisi panggung hiburan dengan band-band yang membawakan lagu dengan isu lingkungan. Sejumlah pihak dari kepolisian, pemerintah daerah dan masyarakat sekitar juga hadir dalam acara itu. (RONI SAHALA/m)








