BORNEONEWS, Palangka Raya - Secara tahunan pada Desember 2025 Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi sebesar 3,13 persen. Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti saat menyampaikan Berita Resmi Statistik pada Senin, 5 Januari 2026.
Agnes menjelaskan, dalam kondisi ini inflasi tertinggi terjadi di Kota Palangka Raya sebesar 3,31 persen.
"Pada Desember 2025 terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 3,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen atau IHK sebesar 109,98," kata Agnes.
Inflasi tertinggi terjadi di Kota Palangka Raya sebesar 3,31 persen dengan IHK sebesar 109,60. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Sampit sebesar 2,66 persen dengan IHK sebesar 108,67.
Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 12,60 persen; kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,09 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,29 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,35 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,84 persen;kelompok transportasi sebesar 1,78 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,24 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 1,00 persen; dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,76 persen.
"Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,10 persen; serta kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,09 persen," terang Agnes lagi.
Sementara itu tingkat inflasi secara bulanan atau month-to-month (m-to-m) Provinsi Kalimantan Tengah pada Desember 2025 sebesar 1,04 persen dan tingkat inflasi tahun berjalan atau year-to-date (y-to-d) Desember 2025 sebesar 3,13 persen. (TESTI PRISCILLA/H)









