BORNEONEWS, Palangka Raya – Perkembangan sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tidak hanya menjadi kebanggaan dalam skala domestik, tetapi juga telah mendapatkan pengakuan internasional sebagai contoh sukses dalam mempromosikan inklusi keuangan digital.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, yang juga menegaskan bahwa QRIS diharapkan semakin mengakar sebagai fondasi utama pembayaran digital yang mendukung kemudahan konsumen dan pertumbuhan ekonomi Indonesia setelah pencapaian target tahun 2026.
Yuliansah menjelaskan bahwa pengakuan internasional tersebut datang dari berbagai lembaga keuangan global dan organisasi internasional yang melihat QRIS sebagai model efektif dalam menghubungkan berbagai aktor ekosistem pembayaran di bawah satu standar yang terintegrasi.
"Sistem ini telah berhasil menjembatani kesenjangan antara perbankan konvensional dan layanan keuangan digital, sehingga memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat, terutama di daerah terpencil dan pelaku UMKM," katanya, Kamis, 15 Januari 2026.
Sampai saat ini, QRIS telah menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa, dengan jumlah pengguna mencapai 59 juta pada akhir tahun 2025, melampaui target awal yang ditetapkan. Volume transaksi juga mencapai 13,66 miliar dan merchant yang terdaftar sebanyak 42 juta, di mana sekitar 90 persen merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sebelumnya seringkali kesulitan mengakses layanan pembayaran digital yang terstandarisasi.
"Untuk tahun 2026, BI menetapkan target ambisius yang dikenal sebagai strategi "17-8-45", dengan target 17 miliar transaksi, perluasan penggunaan QRIS antarnegara hingga delapan negara, serta penetrasi ke 45 juta merchant dan 60 juta pengguna. Saat ini, QRIS telah dapat digunakan di lima negara yaitu Malaysia, Thailand, Jepang, China, dan Singapura, dengan uji coba untuk Korea Selatan telah dimulai dan kerja sama dengan India serta Arab Saudi sedang dalam tahap penyusunan," jelasnya.
Selain ekspansi ke pasar global, BI juga terus mengembangkan inovasi pada QRIS, seperti fitur Tap In-Tap Out berbasis Near Field Communication (NFC) yang telah diimplementasikan di 14 provinsi dan mencatatkan pertumbuhan transaksi hingga 508.000 dengan kenaikan bulanan sekitar 1.200 persen. Rencananya, fitur ini akan segera kompatibel dengan perangkat iOS setelah sebelumnya hanya tersedia untuk Android.
Dengan berbagai pencapaian dan pengakuan yang diperoleh, QRIS diharapkannya tidak hanya menjadi alat pembayaran yang praktis, tetapi juga menjadi pijakan penting dalam memperkuat infrastruktur keuangan digital Indonesia.
"Hal ini diharapkan dapat mendorong efisiensi transaksi ekonomi, meningkatkan daya saing bisnis lokal, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh," harapnya. (MARINI/H)









