BORNEONEWS, Palangka Raya - Narapidana pengendali narkoba dari Lapas Pangkalan Bun dibekuk. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah, bersama BNN Kabupaten Kotawaringin Barat menggulung napi narkoba berinisial AM, di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B, Pangkalan Bun, Kobar.
Penangkapan tersebut merupakan hasil pengembangan luar setelah lebih dulu meringkus istri M, berinisial ER serta dua pengedar lainnya MS dan MK.
"AM mengendalikan dari dalam Lapas. Dia berkomunikasi dengan bandar lalu meminta istrinya mengambil barang di suatu tempat. Selanjutnya, MS dan MK mengedarkan," ucap Kepala BNNP Kalteng Kombes Pol Sumirat Dwiyanto di kantor BNNP Kalteng, Jalan Tangkasiang, Palangka Raya, Sabtu (10/12/2016) siang.
Dalam ekspose itu, Sumirat didampingi Kepala BNN Kobar AKBP Made Kariada, PLT Kadivpas Kemenkumham Kalteng Sardiaman Purba, Kabid Keamanan Kemenkumham Kalteng Hendro Sekarianto dan sejumlah anggota BNN lainnya
Sumirat menuturkan, penangkapan napi di Lapas juga atas support kepala Lapas. Sehingga penggeledahan dapat berjalan dengan baik. Dari tangan AM, petugas turut mengamankan dua telephone seluler yang biasa digunakan untuk berkomunikasi dengan bandar.
Sebelumnya, lanjut Sumirat, pengungkapan ini bermula setelah anggota lebih dulu meringkus pengedar MS dan MK di Jalan Abdul Ancis, Gang Pipit, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arsel, pada Senin (5/12/2016) sekitar pukul 18.30 WIB.
Kemudian anggota mengamankan 7 paket seberat 2,7 gram. Anggota lalu mengembangkan hasil tangkapan tersebut dan ditemui bahwa sabu berasal dari wanita berinisial ER. ER selanjutnya diketahui sebagai istri seorang napi, AM yang menjalani hukuman di Lapas Pangkalan Bun, dengan masa vonis 16 tahun. AM juga diketahui baru masuk pada Oktober 2016.
Pada Selasa (6/12/2016), ER ditangkap di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Sidorejo, pukul 16.30 WIB. "Dan berdasarkan kerjasama yang baik antara BNNP, BNNK serta kawan-kawan dari Menkumham, akhirnya kami dibantu. Dan juga dukungan dari Kalapas, AM kita tangkap," tuturnya.
Siapa bandar yang berkomunikasi dengan AM, Sumirat menyebut masih dalam pengembangan. Namun yang jelas, informasi sementara AM sudah berhasil melakukan empat kali transaksi. Dalam sekali transaksi rata-rata 20 gram. (BUDI YULIANTO/N).








