PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah mencatat pertumbuhan positif pada sektor perbankan di wilayah tersebut.

Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, mengungkapkan bahwa hingga November 2025, kredit atau pembiayaan yang disalurkan oleh perbankan di Kalimantan Tengah mencapai Rp54,40 triliun. Angka ini meningkat sebesar Rp4,51 triliun atau tumbuh 9,03 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan posisi November 2024 yang tercatat sebesar Rp49,89 triliun.

Namun demikian, peningkatan kredit ini turut diiringi dengan kenaikan tingkat kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL).

“Tingkat NPL naik sebesar 0,53 persen, dari 1,63 persen pada November 2024 menjadi 2,16 persen pada November 2025,” ujar Primandanu pada Rabu, 21 Januari 2026.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa tingkat NPL tersebut masih dalam batas aman.

“Secara umum, NPL di bawah 5 persen masih dianggap sehat dan terkendali. Kami terus mendorong perbankan untuk menjaga kualitas kredit agar tetap sehat dan berkelanjutan,” tambahnya.

Primandanu juga menyampaikan bahwa kinerja Bank Umum di Kalimantan Tengah menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.

“Jika dibandingkan dengan posisi November tahun sebelumnya, kinerja Bank Umum mengalami peningkatan yang mencerminkan optimisme pemulihan ekonomi di daerah,” jelasnya. (TESTI PRISCILLA/H)