PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah menegaskan pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam pembiayaan pembangunan daerah, menyusul kondisi fiskal yang relatif terbatas. 

Hal tersebut disampaikannya saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kumai, dalam rangka penyusunan RPJMD Kobar 2025–2029.

“Kondisi fiskal daerah kita saat ini memang terbatas, sehingga kita dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mencari sumber pendanaan pembangunan,” jelas Bupati.

Bupati mengatakan pendekatan kolaboratif menjadi kunci untuk mengatasi keterbatasan anggaran tersebut. Menurutnya, pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan APBD semata, melainkan perlu melibatkan berbagai pihak.

“Kita harus bersinergi dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dunia usaha, serta masyarakat. Pembangunan Kobar adalah tanggung jawab bersama,” jelas Bupati.

Bupati juga menyoroti pentingnya peran dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), khususnya untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan sektor prioritas lainnya.

“Peran dunia usaha melalui CSR sangat kami harapkan, terutama untuk membantu pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelas Bupati.

Bupati mengatakan, musrenbang menjadi forum strategis untuk membangun kesepahaman dan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menampung aspirasi warga sebagai dasar penyusunan program pembangunan daerah.

“Musrenbang ini adalah perencanaan dari bawah. Aspirasi masyarakat harus menjadi dasar dalam merumuskan program dan kegiatan daerah ke depan,” jelas Bupati.

Bupati juga memaparkan potensi unggulan Kecamatan Kumai yang perlu dikembangkan secara optimal, mulai dari kekayaan alam, ketahanan pangan, hingga sektor pariwisata.

“Kumai memiliki potensi besar, baik dari sumber daya alam, pangan, maupun pariwisata. Ini harus kita kelola dengan baik agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” jelas Bupati.

Bupati mendorong adanya hilirisasi sektor-sektor unggulan tersebut agar manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

“Kita dorong hilirisasi agar tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai tambah yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (WAHYU KRIDA/y)