BORNEONEWS, Pulang Pisau – Cuaca panas yang melanda Kabupaten Pulang Pisau selama Dua pekan terakhir memicu terjadinya kebakaran lahan di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulang Pisau mencatat sedikitnya dua kejadian kebakaran lahan akibat suhu udara yang cukup tinggi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pulang Pisau, Tekson, menyampaikan bahwa kebakaran lahan tersebut terjadi di dua kecamatan berbeda.
“Kebakaran lahan terjadi di Kecamatan Kahayan Tengah, tepatnya di Desa Parahagan dengan luas lahan terbakar sekitar 2,5 hektare, serta di Desa Kanamit, Kecamatan Maliku, dengan luas kurang lebih 0,5 hektare,” ujar Tekson, Jumat, 23 Januari 2026.
Ia menjelaskan, sejak awal Januari hingga saat ini, BPBD Pulang Pisau telah mendeteksi sebanyak tujuh titik hotspot di wilayah setempat. Selain itu, berdasarkan prakiraan cuaca, kondisi panas masih berpotensi terjadi dalam sepuluh hari ke depan.
“Prediksi ke depan, cuaca masih panas dengan suhu rata-rata berkisar antara 24 hingga 33 derajat Celsius,” jelasnya.
Terkait kejadian kebakaran lahan tersebut, Tekson memastikan bahwa seluruh titik api telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan Masyarakat Peduli Api ( MPA) Pulang Pisau bersama pihak kepolisian.
“Alhamdulillah, kebakaran sudah padam total berdasarkan laporan dari Kapolsek setempat,” tambahnya.
Menghadapi kondisi cuaca panas yang masih berlanjut, Tekson mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun karena dapat memicu terjadinya kebakaran yang lebih luas.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar demi mencegah kebakaran lahan,” pungkasnya. (RETHA/H)









