BORNEONEWS, Palangka Raya – Kapolres Palangka Raya AKBP Lili Warli meyakini dalam waktu dekat rampok pecah kaca mobil bisa terungkap. Saat ini, tim buru sergap baik Polres maupun Polsek Pahandut masih menyelidiki siapa pelakunya.
“Doakan saja ya. Yakin dalam waktu dekat akan terungkap,” kata Lili Warli kepada wartawan, Selasa (13/12/2016).
Di tengah perburuan ini, Kapolres juga mengingatkan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada terhadap ancaman pencurian tersebut. Apalagi dalam waktu dekat, Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2017 akan tiba.
Menurutnya, modus kejahatan tersebut bermula setelah seorang pelaku menyusup ke perbankan lalu mengintai setiap nasabah yang terlihat melakukan transaksi dengan jumlah besar. Kemudian nasabah dibuntuti. Pada saat berhenti lalu keluar dari mobil tanpa membawa uang yang baru diambil, disitulah pelaku melancarkan aksi.
Modus tersebut berdasarkan hasil pengungkapan pada kejadian serupa di tahun-tahun sebelumnya. “Intinya tetap waspada. Kalau melakukan transaksi dengan jumlah besar, silakan meminta bantuan pengamanan,” pinta Kapolres.
Sementara itu selama delapan hari sejak Sabtu (28/12/2016), sudah ada tujuh kejadian pecah kaca mobil. Pertama, terjadi di depan rumah makan Cianjur, Jalan Diponegoro, Sabtu (28/11/2016) sekitar pukul 16.00 WIB. Perampok menggondol sebuah tas yang isinya Rp 800 ribu, serta surat berharga lainnya.
Kedua, di depan warung makan Tenda Biru, Jalan Setd Adji, Jumat (2/12/2016) sekitar pukul 17.45 WIB. Perampok menggondol sejumlah barang berupa laptop, HP, 13 buku tabungan, kaca mata, dan hardis dengan total kerugian Rp 15 juta. Tidak ada uang tunai yang digondol dalam insiden kedua ini.
Ketiga, terjadi di dekat Toko Gemilang, Jalan RT A Milono, Minggu (4/12/2016) sekitar pukul 09.30 WIB. Perampok tidak mendapatkan uang tunai, karena tas yang diambil hanya berisikan HP, BPKB, dan buku tabungan dengan total kerugian sekitar Rp3 juta.
Keempat juga terjadi pada Minggu (4/12/2016) di Jalan dr Murjani, Palangka Raya. Kelima, di Jalan RA Kartini atau depan kantor Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Selasa (6/12/2016), sekitar pukul 11.30 WIB. Rampok yang diduga berjumlah dua orang itu berhasil menggondol uang tunai Rp10 juta.
Sekitar pukul 14.00 WIB kemudian, kembali terjadi di dekat Batang Garing, Jalan Jenderal Soedirman. Namun rampok tidak mendapatkan uang tunai, karena tas yang dibawanya berisi HP. Selanjutnya, sekitar pukul 20.00 WIB, terjadi tidak jauh dari BCA, Jalan A Yani. Kerugiannya sebesar Rp3 juta. (BUDI YULIANTO/m)








