SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah menyalurkan bantuan berupa 22.000 liter air bersih bagi warga Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, yang mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau dan berkurangnya curah hujan dalam dua pekan terakhir.

“Hari ini kami telah meluncurkan lima unit water tanki dengan total kapasitas 22.000 liter untuk Desa Bagendang Permai,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam K Anwar, Kamis, 29 Januari 2026.

Musim kemarau yang mulai memasuki wilayah tersebut menyebabkan berkurangnya sumber air, di samping munculnya masalah intrusi air laut ke alur Sungai Mentaya sehingga air sungai menjadi payau dan sulit digunakan. Kondisi ini dirasakan terutama di wilayah selatan Kotim, khususnya Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Mentaya Hilir Selatan.

Meski pemerintah daerah telah berupaya memperluas instalasi air bersih melalui Perumdam Tirta Mentaya hingga Desa Parebok, belum seluruh warga Desa Bagendang Permai terlayani jaringan PDAM. Sehingga banyak warga yang masih mengandalkan air hujan dan air sungai.

Permintaan resmi bantuan air bersih itu diajukan pada Rabu (28/1/2026) melalui surat yang ditandatangani oleh Ketua RT, Kepala Desa Bagendang Permai, Kuryadi, serta Camat Mentaya Hilir Utara, Muslih.

“Masyarakat Desa Bagendang Permai dalam mencukupi kebutuhan air bersih di masa kemarau, terutama di Jalan Anang Asran RT 001/RW 001, yang belum berlangganan PDAM hanya menggunakan air hujan dan air sungai," ucapnya. 

Kuryadi, Kepala Desa Bagendang Permai, menjelaskan titik-titik penyaluran air bersih diberikan di Jalan Anang Asran RT 1 RW 1 untuk 73 keluarga, serta di RT 6 sekitar 15 keluarga dari 89 keluarga. 

"Jadi masih ada warga yang belum menerima bantuan karena sebagian rumah sudah teraliri jaringan PDAM. Bantuan difokuskan pada wilayah yang belum tersentuh PDAM dan mengandalkan air hujan," imbuhnya. 

Ia menyebut krisis air bersih sudah berlangsung selama dua minggu, dan selama itu warga mengandalkan stok air yang ditampung dalam drum atau profil tank.

“Kami berencana mengajukan permohonan bantuan suplai air bersih lagi ke BPBD minggu depan, karena RT 4 dan RT 5 masih membutuhkan air bersih,” tambah Kuryadi. (DEVIANA/y)