BORNEONEWS, Sampit – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menghadirkan terobosan baru dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini dengan memperluas cakupan SPMB online tidak hanya di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), tetapi juga mencakup Sekolah Dasar (SD).
“Tahun ini ada terobosan dari Bidang Persekolahan, khususnya SD dan SMP untuk pelaksanaan SPMB online, " Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kotim, Edie Sucipto, Senin, 2 Februari 2026.
Pelaksanaan SPMB ini mengacu pada Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 yang mengatur sistem penerimaan murid baru untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD, SMP, SMA, dan SMK.
“Pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 di seluruh daerah diharapkan bisa berjalan objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi,” tambahnya.
Pelaksanaan SPMB online untuk tingkat SMP sebenarnya sudah dimulai pada tahun lalu untuk tahun ajaran 2025/2026, namun pelaksanaannya masih terbatas hanya pada beberapa lokal akibat keterbatasan sarana pendukung.
“Tahun ini pelaksanaannya lebih diperluas untuk SMP, bahkan mulai merambah tingkat SD. Rencananya ada 25 SD di dalam Kota Sampit yang sudah siap melaksanakan SPMB online pada April nanti,” jelasnya.
Edie merinci berdasarkan informasi ada 15 sekolah di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan 10 sekolah di Kecamatan Baamang yang telah melaksanakan sistem tersebut. Hal ini dinilai sebagai terobosan di sela-sela efisiensi anggaran.
Terkait efisiensi anggaran, Edie mengakui bahwa sedikit banyak berpengaruh terhadap pelaksanaan program.
“Khususnya untuk program fisik, harus benar-benar dijalankan dengan skala prioritas. Untuk sarana memang dari APBD ada efisiensi anggaran, tetapi Dinas Pendidikan lebih banyak arahnya ke fisik dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat. Kita terus mencoba komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pemerintah pusat,” pungkas Edie Sucipto. (DEVIANA/y)









