PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekda Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, memberikan penekanan khusus kepada seluruh jajaran mengenai pentingnya efektivitas program kerja dan anggaran.

Dia menegaskan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus memiliki korelasi langsung dengan program kerja yang telah direncanakan.

Hal ini bertujuan agar penggunaan dana publik tidak melenceng dari target pembangunan yang telah ditetapkan.

Arbert menjelaskan bahwa keselarasan antara perencanaan dan pelaksanaan merupakan kunci utama dalam mencapai keberhasilan pembangunan daerah.

"Seringkali muncul kendala di lapangan karena adanya ketidaksinambungan antara narasi program dengan alokasi biaya yang diajukan," katanya, Senin, 2 Februari 2026.

Oleh karena itu, ia meminta setiap kepala dinas untuk lebih jeli dalam memetakan prioritas agar anggaran yang terbatas dapat memberikan dampak yang maksimal bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Sekda mengingatkan bahwa transparansi dan akuntabilitas bukan sekadar slogan, melainkan prinsip dasar yang harus dipegang teguh.

Dalam setiap penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA), perangkat daerah wajib untuk memastikan bahwa program yang diusulkan benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar warga Kota Cantik.

"Kita tidak menginginkan adanya program seremonial yang minim manfaat namun menyedot anggaran cukup besar," ujarnya.

Dalam arahannya, ia juga menyoroti pentingnya sinkronisasi antara program pemerintah kota dengan kebijakan di tingkat provinsi maupun nasional.

Ini sangat krusial agar tidak terjadi tumpang tindih pendanaan yang dapat memicu pemborosan.

"Dengan koordinasi yang solid, diharapkan program-program strategis seperti penanganan stunting, infrastruktur, dan pemulihan ekonomi dapat berjalan beriringan secara efektif," pungkasnya. (HENDRI/H)