BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah mencatat Nilai Tukar Petani atau NTP gabungan pada Januari 2026 mencapai 134,67, naik tipis 0,06 persen dibanding Desember 2025.  

Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Kalimantan Tengah, M Taufiqurrahman, mengatakan kenaikan ini menunjukkan daya beli petani masih terjaga.

“Peningkatan NTP terutama dipengaruhi oleh subsektor Tanaman Pangan yang naik 1,30 persen, Peternakan 0,46 persen, dan Perikanan 0,31 persen,” kata Taufiqurrahman menyampaikan Berita Resmi Statistik pada Selasa, 2 Februari 2026.  

Selain itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga meningkat 0,34 persen, dari 139,92 pada Desember 2025 menjadi 140,39 di Januari 2026.  

BPS mencatat Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) perdesaan naik 0,31 persen, dipicu oleh kenaikan harga pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (0,53 persen), Rekreasi, Olahraga, dan Budaya (0,39 persen), serta Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya (0,70 persen).  

Menurut Taufiqurrahman, perkembangan ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan usaha pertanian sekaligus kesejahteraan masyarakat perdesaan.

“Secara keseluruhan, kondisi ekonomi rumah tangga petani di Kalimantan Tengah pada awal 2026 relatif stabil,” katanya. (TESTI PRISCILLA/H)