BORNEONEWS, Kapuas - Bupati Kapuas, Ben Brahim S Bahat menyatakan rindu, tetapi malu pada warga Kecamatan Dadahup. Karena begitu rindu, Ben memilih Gereka GKE Pandohop sebagai tempat Safari Natal Pemkab Kapuas 2016. Namun, ia mengaku ada perasaan malu mengunjungi warga Dadahup karena masih banyak jalan yang berlobang.

“Kami seperti naik kuda menyusuri jalan mulai dari Palingkau tadi. Saya akan hubungi lagi pihak provinsi kalau perlu sampai  menghadap Bapak Gubernur minta diperbaiki mulai dari Palingkau sampai Ke Dadahup begitu juga dari Lamunti G1, A5 dan seterusnya,” tutur Bupati Kapuas, Ben Brahim S Bahat didampingi Ketua TP PKK Kapuas, Ary Egahni Ben Bahat saat melaksanakan safari natal dengan mengunjungi warga Kecamatan Dadahup serta menghadiri Ibadah dan Perayan Natal SPPer/SPB Jemaat GKE Pandohop, kemarin.

Terkait jalan dalam kota, Bupati kembali meminta Camat Dadahup segera berkoordinasi dengan Dinas PU tentang jalan mana yang akan dikerjakan. Ia menegaskan untuk segera dikoordinasikan supaya tim segera melakukan survey lapangan.  “Tolong segera dibuat dan dilaksanakan, karena dalam waktu dekat segera akan tutup, tidak ada lagi usulan, mengingat dana pemerintah terbatas, kalau banyak dana pasti kita akan garap semua termasuk usulan pastori tadi.”

Kedatangan Bupati Kapuas beserta rombongan Kepala SKPD/Kepala Bagian beragama Nasrani tersebut disambut hangat dan ramah oleh Camat Dadahup, Randu Ramba didampingi Ketua TP PKK Kecamatan Dadahup dan warga jemaat GKE Dadahup.

Dalam sambutannya, Bupati Kapuas menyampaikan pihaknya telah melakukan Safari Natal mulai 2 Desember 2016. “Terakhir kami melaksanakan di Sei Pinang paling ujung Sungai Kapuas setelah itu ke daerah Sei Hanyo, daerah Jangkang dengan naik mobil dan susur sungai. Inilah yang dilakukan oleh tim safari natal.” 

Ben mengatakan dari hasil pengamatannya mulai dari Hulu sampai sekarang di Dadahup banyak ibu-ibu yang menjadi ketua panitia dan selalu melaporkan pelaksanaannya berjalan sukses dan tidak ada keluhan.

Kemudian, lanjut dia, pihaknya telah mengeluarkan Peraturan Bupati yang menegaskan bahwa Dana Desa boleh digunakan untuk membangun rumah ibadah termasuk pastori gereja, begitu pula dengan rumah ibadah lainnya. Ia meminta Camat dan Kades melakukan musyawarah dengan BPD dalam penggunaan dana desa tersebut untuk membangun rumah ibadah dan pembangunan lainnya.

Terkait acara Sinode Resort GKE se Kabupaten Kapuas, Oktober 2017, ia menghimbau pihak gereja dibantu oleh Camat untuk membuat proposal untuk diberikan kepada Sekertaris Daerah Kabupaten Kapuas. “Dengan Bapak Camat untuk sama-sama berkoordinasi dengan Bapak Sekda, supaya masuk untuk program ke depannya, karena kegiatan kalau tidak ada dana tidak akan berjalan,” ujarnya.

Diakhir sambutannya ia berpesan agar selalu menjaga kebersamaan dengan mempererat tali silahturahmi dan persaudaraan tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan. “Saya berterima kasih dari laporan Bapak Camat bahwa kehidupan masyarakat di tempat ini rukun dan damai. Untuk itu, saya menghimbau agar terus dijaga dan dipelihara karena itu adalah modal kita membangun Kabupaten Kapuas,” ucap Ben Brahim.

Sebelumnya, Camat Dadahup, Randu Ramba dalam sambutannya menginfromasikan, infrastruktur di 15 desa di Kecamatan Dadahup dengan mendapatkan Dana Desa dan ADD masing-masing desa sudah membuat jalan keluar dari Kecamatan menuju Kabupaten dan semuanya lancar dan mulai sempurna.

Kemudian, ia menginformasikan gedung PAUD di 15 Desa di Kecamatan sudah 50 persen dibangun dan pihaknya berharap semua desa di Kecamatan Dadahup sudah terbangun gedung PAUD pada tahun 2017.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati beserta ibu dan seluruh rombongan yang telah hadir untuk merayakan natal bersama dengan warga Jemaat GKE Dadahup. Kerukunan dan kedamaian yang terjalin di kecamatan selalu kami bina sehingga tidak terjadi hal-hal yang menimbulan konflik antarumat beragama,” katanya. (DJEMMY NAPOLEON/N).