BORNEONEWS, Banjarmasin - Aktivitas memancing yang dilakukan seorang wanita di bantaran Sungai Martapura berujung dugaan musibah. Rini (34), warga Kertak Baru Hilir, dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di kawasan Jembatan Antasari, Pasar Hanyar, Kecamatan Banjarmasin Tengah sejak Kamis kemarin.

Informasi yang dihimpun dari Basarnas Banjarmasin pada Jumat, 13 Februari 2026 menyebutkan korban berangkat memancing sekitar pukul 13.00 WITA. Ia sempat terlihat warga sekitar satu jam kemudian di lokasi tersebut. Namun setelah itu, keberadaannya tak lagi diketahui.

Kekhawatiran muncul ketika ibu korban mendatangi lokasi sekitar pukul 15.00 WITA. Di tepi sungai, hanya ditemukan sepeda motor dan perlengkapan memancing milik Rini. Tidak ada tanda-tanda keberadaan korban di sekitar tempat ia biasa berdiri.

Pihak keluarga juga mengungkapkan bahwa korban memiliki riwayat penyakit epilepsi. Kondisi itu memperkuat dugaan bahwa korban kemungkinan mengalami gangguan kesehatan secara tiba-tiba hingga terjatuh ke aliran sungai.

Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Banjarmasin sekitar pukul 22.45 WITA dari relawan Rescue 911. Tanpa menunggu lama, satu tim rescue beranggotakan enam personel diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 23.00 WITA.

“Tim kami bergerak dengan peralatan lengkap untuk melakukan pencarian di permukaan maupun di bawah air,” ujar I Putu Sudayana selaku SMC. 

Dalam operasi ini, dikerahkan satu unit rescue car, rubber boat, alat pendeteksi bawah air Aqua Eye, dua set perlengkapan selam, serta peralatan water rescue lainnya.

Operasi SAR melibatkan unsur gabungan dari Polairud Banjarmasin, Polresta Banjarmasin, relawan, serta masyarakat sekitar. Hingga berita ini diturunkan, tim masih melakukan penyisiran dan koordinasi di sekitar titik penemuan barang milik korban, dengan kondisi cuaca cerah berawan yang diharapkan mendukung kelancaran pencarian. (SABRIANOOR/y)