PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah secara resmi membuka kegiatan Get Up Bajukung (Gelora Transformasi UMKM Potensial Bersama Menuju UMKM Unggulan) Tahun 2026. 

Program tahunan ini bertujuan menjaring UMKM potensial baru untuk menjadi calon mitra atau binaan BI, sekaligus mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM di Kalimantan Tengah.

Kegiatan pembukaan turut dihadiri Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalimantan Tengah, Sri Widarnani, sebagai bentuk sinergi antara BI dan Pemerintah Daerah dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas akses pembinaan, pembiayaan, serta pemasaran bagi pelaku UMKM di daerah.

Acara diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias. Ia menyampaikan apresiasi kepada UMKM yang telah lolos proses kurasi dan menekankan pentingnya komitmen serta partisipasi aktif dalam seluruh rangkaian program pengembangan sepanjang 2026.

 “Program Get Up Bajukung diharapkan menjadi pintu masuk bagi UMKM potensial untuk naik kelas, memperkuat kapasitas usaha, serta terhubung dengan ekosistem pembiayaan dan pemasaran yang lebih luas,” ujarnya, Jumat, 13 Februari 2026.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan talkshow bertajuk “Memahami Pembiayaan UMKM: Pilihan, Skema, dan Perlindungan” yang menghadirkan narasumber dari Bank Kalteng, Bank Syariah Indonesia (BSI), serta Otoritas Jasa Keuangan. 

Bank Kalteng memaparkan berbagai skema pembiayaan konvensional yang dapat diakses pelaku usaha, sementara BSI menjelaskan alternatif pembiayaan berbasis syariah beserta program unggulannya.

 OJK melengkapi dengan penjelasan kebijakan perlindungan konsumen dan literasi keuangan guna meningkatkan keamanan dan pemahaman UMKM dalam mengakses layanan keuangan.

Selain materi pembiayaan, peserta juga mendapat inspirasi dari kisah sukses dua UMKM binaan BI Kalteng, yakni Dapur S’Best dan Indang Apang Galeri. Nindita Nareswari, pemilik Dapur S’Best, menekankan pentingnya kelengkapan legalitas usaha, strategi masuk pasar ritel modern, serta penguatan sinergi kelompok dalam pengembangan bisnis.

Sementara itu, Amelia Agustina, pemilik Indang Apang Galeri, berbagi pengalaman tentang proses pembinaan, peningkatan kualitas produk, serta kolaborasi yang terjalin selama menjadi mitra binaan BI.

"Melalui Get Up Bajukung 2026, BI Kalteng optimistis akan lahir lebih banyak UMKM unggulan yang mampu bersaing di pasar regional maupun nasional, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah," pungkasnya. (MARINI/y)