BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Nurhidayah bersama Wakil Bupati Suyanto melaksanakan safari Imlek dengan mengunjungi sejumlah tokoh Tionghoa di Kobar, Selasa, 17 Februari 2026.
Kunjungan tersebut turut dihadiri jajaran SKPD dan Forkopimda Kobar. Rombongan menyambangi kediaman tokoh masyarakat Tionghoa, di antaranya Hartono Halim dan Gelian Wijaya yang merayakan Tahun Baru Imlek 2577.
Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada warga Tionghoa yang merayakan Imlek serta berharap momentum tahun baru membawa keberkahan bagi daerah.
"Kami dari jajaran Pemkab Kobar mengucapkan selamat merayakan Tahun Baru Imlek kepada saudara-saudara kita yang merayakan. Semoga doa kita, tahun baru ini tentunya membawa keberkahan juga untuk Bumi Marunting Batu Aji," jelas Bupati.
Bupati menjelaskan, safari Imlek tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat lintas etnis serta agama.
"Kegiatan safari Imlek yaitu berkunjung untuk bersilaturahmi pada tokoh-tokoh kita di Kabupaten Kobar ini merupakan bentuk jalinan kebersamaan guna menciptakan Kabupaten Kobar yang selalu harmonis," jelas Bupati.
Menurut Bupati, keberagaman di Kobar harus menjadi kekuatan bersama dalam membangun daerah.
"Walaupun kita berbeda-beda agama, berbeda-beda suku, tapi kita menyatu di dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika untuk menuju Kabupaten Kobar ke depan tambah jaya lagi," tegasnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Tionghoa Kobar, Hartono Halim, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati, Wakil Bupati dan jajaran Forkopimda dalam perayaan Imlek tahun ini.
"Kami sampaikan kepada Ibu Bupati, Bapak Wakil Bupati Kobar dan seluruh Forkopimda yang sudah berkenan hadir dalam perayaan Imlek tahun 2577," jelas Hartono Halim.
Hartono Halim berharap di Tahun Kuda Api 2026, kondisi bangsa dan daerah semakin baik, khususnya di sektor perekonomian.
"Semoga di tahun 2026 ini, di tahun Kuda, negara kita semakin aman, makmur, rakyatnya sejahtera sesuai dengan tahun kuda. Kita berharap bahwa ekonomi kita semakin cepat, melesat, semuanya program-program bisa berjalan dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat kita," jelas Hartono Halim.
Hartono Halim juga menjelaskan filosofi Tahun Kuda Api yang diyakini membawa energi positif.
"Filosofi Kuda itu larinya kencang, jadi kita harap bahwa seperti kuda, perekonomian kita tahun 2026 bisa melesat lebih cepat. Api itu semangat, mudah-mudahan kita penuh dengan semangat," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/y)









