PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Training of Trainers Pengelolaan Keuangan Syariah dan pengenalan Indonesia Anti Scam Centre atau IASC di Aula Kantor Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Kantor Kementerian Agama, Bank Indonesia, serta Masyarakat Ekonomi Syariah Kalimantan Tengah dalam rangka menyemarakkan Ramadan 2026.

Pelatihan tersebut diikuti para penyuluh agama, penghulu, hingga pengurus masjid dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah yang hadir secara langsung maupun daring. Program ini diarahkan agar para peserta dapat menjadi perpanjangan tangan edukasi keuangan syariah di tengah masyarakat.

Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menyampaikan bahwa literasi keuangan memiliki kaitan kuat dengan kondisi sosial masyarakat.

"Berdasarkan data riset yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, sekitar 72 persen kesehatan mental dipengaruhi oleh kondisi kesehatan keuangan," kata Primandanu pada Senin, 2 Maret 2026.

Selain itu, kata dia, ketidakpastian finansial menjadi pemicu stres bagi 45 persen masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan mengelola keuangan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas kehidupan keluarga.

“Data juga menunjukkan sekitar 33 persen pasangan di Indonesia mengalami perceraian yang dipicu persoalan ekonomi. Karena itu literasi dan pengelolaan keuangan yang baik menjadi sangat penting,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, OJK berharap para peserta mampu menyampaikan edukasi terkait produk dan layanan keuangan syariah, sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus penipuan keuangan. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan masyarakat dapat mengelola keuangan secara bijak dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. (TESTI PRISCILLA/y)