PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i menegaskan proses lelang jabatan untuk mengisi sejumlah posisi pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus berlangsung secara terbuka dan profesional tanpa mengandalkan rekomendasi dari pimpinan daerah.

Ia menyebutkan saat ini terdapat enam jabatan OPD yang kosong dan akan diisi melalui mekanisme lelang jabatan. Menurutnya, semua pihak memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi tersebut.

“Lelang jabatan itu kita buka enam untuk OPD yang kosong. Saya ingin siapa pun yang merasa mampu silakan mendaftar. Orang dalam boleh, orang luar juga silakan masuk,” kata Rifa’i.

Namun demikian, ia berharap aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan karier berdasarkan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki.

Rifa’i juga menegaskan tidak akan ada rekomendasi khusus dari dirinya maupun Wakil Bupati dalam proses seleksi tersebut.

“Jangan berharap ada rekomendasi bupati. Ayo berjuang sendiri berdasarkan kemampuan diri. Tidak ada rekomendasi dari saya, tidak ada dari wakil bupati. Kami tidak merekomendasikan siapa pun,” tegasnya.

Menurutnya, seleksi terbuka ini bertujuan memastikan pejabat yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas dan integritas untuk memimpin OPD yang ada.

Ia menambahkan, hingga saat ini sudah banyak aparatur yang mendaftar dalam proses seleksi tersebut, termasuk dari kalangan tenaga pendidik di lingkungan Dinas Pendidikan.

“Sejauh ini pendaftar cukup banyak. Dari Dinas Pendidikan juga ada guru, kepala sekolah, hingga sekretaris yang ikut mendaftar,” ujar Rifa'i. 

Rifa’i berharap proses lelang jabatan tersebut dapat menghasilkan pejabat yang profesional serta mampu meningkatkan kinerja pelayanan publik di Kabupaten Pulang Pisau. (RETHA/y)