BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) merespons keluhan masyarakat terkait padamnya lampu di kawasan Taman Ikon Jelawat.
"Saya terima laporan dua hari sebelum Lebaran, tetapi tidak sempat dilakukan perbaikan karena petugas sedang mudik. Lampu penggantinya sudah dibeli, tetapi ada komponen yang harus diperbaiki, jadi tidak bisa langsung diganti," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKUPP Kotim Muslih, Rabu, 25 Maret 2026.
Ia mengungkapkan, kendala utama terdapat pada instalasi kabel tanam yang sudah mengalami kerusakan dan keausan, sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut, tidak sekadar mengganti bola lampu.
"Kendala utama pada instalasi kabel tanam yang sudah aus dan rusak. Lampu yang ada sudah kita modifikasi supaya menyala, tetapi kemarin tukang yang memasang juga sedang mudik,” ujarnya.
Muslih menambahkan, dirinya telah turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi tersebut. Adapun rincian lampu yang mengalami kerusakan meliputi 22 lampu di bagian atas, dua lampu di arah sungai, 17 lampu di area pertokoan, serta tiga lampu sorot pada patung jelawat.
Ia menargetkan pekan depan minimal sebagian lampu sudah berfungsi untuk menerangi titik-titik Taman Ikon Jelawat yang gelap.
"Kemarin sudah saya cek sendiri ke lapangan dan kita upayakan untuk menyala. Namun masih ada kendala, semoga dalam minggu ini sebagian sudah bisa menyala," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, warga mengeluhkan minimnya penerangan di kawasan Ikon Jelawat yang menyebabkan area tersebut terlihat gelap, terutama pada malam hari. Kondisi ini dinilai mengurangi kenyamanan dan berpotensi menimbulkan kerawanan, terlebih saat libur Lebaran yang ramai pengunjung.
Selain penerangan, masyarakat juga menyoroti kondisi fasilitas lain seperti patung ikan jelawat tidak berfungsi yang seharusnya memyemburkan air justru ditumbuhi rumput. Warga juga menyoroti keterbatasan tempat sampah di area tersebut. (DEWI PATMALASARI/H)









