BORNEONEWS, Tamiang Layang – Bupati Barito Timur, M Yamin, secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD, Rabu 25 Maret 2026.
Dalam pidato pengantar LKPJ 2025, Yamin memaparkan berbagai capaian pembangunan yang diraih sepanjang tahun 2025, sekaligus menegaskan bahwa arah pembangunan daerah kini bertumpu pada konsep pertumbuhan ekonomi berkelanjutan atau growth green.
“Tema pembangunan di Tahun 2025 yaitu: Peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan (Growth Green) melalui investasi dan infrastruktur,” ujarnya.
Menurut Yamin, konsep tersebut bukan sekadar istilah, melainkan strategi pembangunan yang mengoptimalkan potensi lokal seperti sektor pertanian, perikanan, perkebunan, kehutanan dan peternakan agar mampu mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Yamin menjelaskan bahwa arah kebijakan pembangunan Barito Timur telah disusun secara sistematis dalam kerangka RPJMD 2025–2029. Setiap tahapan pembangunan memiliki fokus yang berbeda namun tetap saling terhubung dalam satu tujuan jangka panjang.
“Meski penekanan prioritas pada setiap tahapan berbeda-beda namun memiliki kesinambungan dari satu periode ke periode lainnya,” ungkapnya.
Yamin menegaskan bahwa pendekatan tersebut dilakukan agar pembangunan tidak berjalan parsial, melainkan terarah dan konsisten dari tahun ke tahun.
Dalam implementasinya, sejumlah indikator makro menunjukkan perkembangan positif. Pertumbuhan ekonomi Barito Timur pada 2025 tercatat sebesar 3,9 persen. Tingkat kemiskinan turun menjadi 6,1 persen dari sebelumnya 6,6 persen, sementara kemiskinan ekstrem menurun menjadi 1,9 persen.
Di sektor ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka juga menurun menjadi 3,15 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 75,5 poin.
“Capaian indikator makro tersebut menunjukkan bahwa pembangunan yang dilaksanakan telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” lanjut Yamin.
Sejumlah program prioritas turut menjadi bukti konkret pelaksanaan pembangunan tersebut. Program 1 Desa 1 WiFi telah menjangkau 39 desa, melampaui target awal 20 desa. Program air bersih pedesaan juga telah menjangkau 98 persen desa.
Di sektor kesehatan, program kunjungan rumah bagi lansia telah menjangkau 100 desa, serta pembangunan RSUD Tipe B mulai berjalan sesuai rencana.
Program peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menunjukkan hasil positif, termasuk pelatihan tenaga kerja dan pemberian beasiswa bagi anak kurang mampu yang melampaui target.
“Capaian tersebut menunjukkan bahwa program prioritas daerah telah berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Dalam kerangka pembangunan berkelanjutan, Yamin juga menekankan pentingnya investasi pada sumber daya manusia. Program makan bergizi sehat telah menjangkau seluruh sasaran, sementara program desa bebas stunting mencapai 80,84 persen.
Hal ini menunjukkan bahwa arah pembangunan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dari sisi keuangan daerah, realisasi pendapatan mencapai 103 persen dari target atau sebesar Rp1,349 triliun lebih, sementara belanja daerah terserap sebesar 91,48 persen.
Sejumlah prestasi juga berhasil diraih, di antaranya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI serta penghargaan atas penurunan kemiskinan tertinggi di Kalimantan Tengah.
Di akhir penyampaiannya, Yamin menyampaikan permohonan maaf atas kemungkinan kekurangan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelayanan dan penyelenggaraan pemerintahan hingga penyampaian LKPJ ini terdapat kekurangan maupun kekeliruan,” ujarnya.
Yamin menegaskan bahwa LKPJ menjadi dasar penting dalam melakukan evaluasi dan penyempurnaan kebijakan ke depan.
Dengan berbagai capaian tersebut, Pemkab Barito Timur kini dihadapkan pada tantangan untuk menjaga konsistensi pembangunan berkelanjutan sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)









