TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten Barito Timur, M Yamin, menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pembenahan sektor pertanian dan perikanan. Bupati Barito Timur M Yamin menilai, langkah tersebut harus dimulai dari perbaikan infrastruktur dasar hingga pemenuhan sarana produksi yang memadai.

"Sektor pertanian di Barito Timur memiliki potensi besar untuk dikembangkan, terutama pada kawasan yang telah didukung jaringan irigasi teknis. Hanya saja masih ada berbagai kendala yang perlu segera kita atasi," ujarnya di Tamiang Layang, Senin, 30 Maret 2026.

Menurut Yamin potensi yang ada cuku besar, namun masih banyak lahan yang belum terjangkau irigasi, baik tersier maupun sekunder. Bahkan, jaringan yang ada pun sebagian mengalami kerusakan.

"Pembenahan irigasi menjadi prioritas utama pemerintah daerah karena berpengaruh langsung terhadap produktivitas pertanian masyarakat," tegasnya.

Selain itu, lanjut Bupati, keterbatasan alat dan mesin pertanian (Alsintan) juga menjadi tantangan tersendiri. Kondisi tersebut dinilai menghambat efisiensi kerja petani sekaligus berdampak pada hasil produksi.

“Kalau Alsintan terbatas, tentu berdampak pada efisiensi dan hasil produksi. Ini yang sedang kita petakan agar ke depan ada intervensi kebijakan yang lebih terarah,” jelasnya.

Di sektor perikanan, Yamin melihat peluang yang tidak kalah besar. Ketersediaan sumber air di sejumlah wilayah dinilai sangat mendukung pengembangan budidaya ikan oleh masyarakat.

“Animo masyarakat cukup tinggi untuk budidaya ikan. Ini modal besar bagi kita. Tapi memang, persoalan utama saat ini adalah ketersediaan benih ikan,” katanya.

Kepala Daerah mengakui, keterbatasan benih masih menjadi hambatan utama yang harus segera diatasi agar potensi perikanan dapat dimaksimalkan secara optimal. Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkab Barito Timur telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, salah satunya dengan mengoptimalkan fungsi Balai Benih Ikan (BBI) yang ada.

“Saat ini kita punya dua BBI, tetapi baru satu yang berjalan optimal. Ke depan, kita akan lakukan rehabilitasi dan revitalisasi agar keduanya bisa berfungsi maksimal,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi, termasuk menjajaki pengelolaan BBI Talohen yang saat ini belum beroperasi.

Yamin menambahkan, penguatan ketahanan pangan tidak bisa dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Kita juga membuka peluang kerja sama dengan TNI, khususnya Yonif TP 924/Uria Mapas, untuk mendukung pengembangan pertanian dan perikanan secara terpadu,” ujarnya.

Bupati berharap, sinergi tersebut mampu mempercepat pengembangan sektor pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tujuan akhirnya jelas, kita ingin masyarakat lebih sejahtera dan Barito Timur bisa mandiri dalam hal pangan,” pungkasnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/y)