PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kinerja perbankan di Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan tren positif pada Februari 2026. Hal ini disampaikan Pengawas Lembaga Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalimantan Tengah, Raden Anggy Priansyah, yang mencatat adanya peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Anggy mengungkapkan, pertumbuhan tersebut tercermin dari sejumlah indikator utama, mulai dari aset, dana pihak ketiga atau DPK, hingga penyaluran kredit atau pembiayaan. Secara umum, kinerja Bank Umum di wilayah ini dinilai tetap solid di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.

"Dari sisi aset, perbankan di Kalimantan Tengah mencatat kenaikan sebesar Rp9,47 triliun atau tumbuh 10,97 persen secara year-on-year," kata Anggy pada Rabu, 1 April 2026.

Nilai aset meningkat dari Rp86,35 triliun pada Februari 2025 menjadi Rp95,83 triliun pada Februari 2026.

"Sementara itu, Dana Pihak Ketiga atau DPK juga mengalami pertumbuhan sebesar Rp2,90 triliun atau 5,99 persen yoy," jelasnya.

Posisi DPK meningkat dari Rp48,43 triliun menjadi Rp51,34 triliun, yang menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan tetap terjaga.

Pada sektor penyaluran kredit atau pembiayaan, tercatat peningkatan sebesar Rp4,35 triliun atau 8,68 persen yoy. Total kredit yang disalurkan mencapai Rp54,53 triliun, naik dari Rp50,18 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, Anggy turut mencermati adanya kenaikan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan/Financing (NPL/NPF).

"Pada Februari 2026, rasio tersebut berada di angka 2,27 persen, meningkat 0,45 persen dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 1,82 persen. Kondisi ini tetap menjadi perhatian agar stabilitas sektor keuangan daerah tetap terjaga," terang Anggy. (TESTI PRISCILLA/H)