BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Tengah atau OJK Kalteng terus memperkuat sinergi dalam memperluas akses keuangan di daerah melalui Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD Semester I Tahun 2026.
Kegiatan tersebut digelar di Ruang Rapat A, Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Utara, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Bupati Barito Utara yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Utara, Asisten Direktur Senior Kantor OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Kepala Pelayanan Perbendaharaan Negara Buntok, serta perwakilan TPAKD dari Kabupaten Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, dan Murung Raya. Turut hadir pula pimpinan lembaga jasa keuangan di wilayah Barito Utara.
"Pelaksanaan rakor ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk mendorong percepatan akses keuangan yang inklusif di Kalimantan Tengah. Fokus utama diarahkan pada penguatan pembiayaan sektor produktif, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," kata Asisten Direktur Senior Kantor OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Andrianto Suhada dalam rilisnya pada Jumat, 17 April 2026.
Dalam forum tersebut, TPAKD juga memaparkan capaian kinerja program kerja sepanjang tahun 2025.
"Hasilnya, sebanyak 58.937 debitur tercatat telah memperoleh akses pembiayaan melalui berbagai skema, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Pembiayaan Melawan Rentenir (KPMR), dan kredit lainnya," jelas Anto.
Selain itu, lanjutnya, program Simpanan Pelajar (SimPel) menunjukkan capaian signifikan dengan menjangkau 405.983 nasabah. Upaya perluasan akses keuangan digital juga terlihat dari terbentuknya 11.056 agen Laku Pandai serta 2.196 merchant QRIS yang tersebar di berbagai wilayah.
Tak hanya itu, tercatat pula penambahan 22.746 nasabah baru pada berbagai program tabungan lainnya.
"Capaian tersebut mencerminkan komitmen kuat seluruh anggota TPAKD dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, sekaligus memperluas jangkauan layanan keuangan di Kalimantan Tengah secara berkelanjutan," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)









