BORNEONEWS, Palangka Raya – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Tengah mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah setempat telah mencapai lebih dari Rp821 miliar hingga awal April 2026.
Hal tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang dibuka oleh Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Darliansjah mewakili Penjabat Sekretaris Daerah Linae Victoria Aden di Aula Eka Hapakat Lt. III Kantor Gubernur.
FGD tersebut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Kepala Badan Gizi Nasional Regional Kalteng, Bank Indonesia, pimpinan perbankan, serta perwakilan pemerintah daerah dan organisasi usaha.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, sektor jasa keuangan, pelaku usaha, dan off-taker dalam membangun ekosistem ekonomi yang terintegrasi.
“Yang kami garis bawahi di sini adalah bagaimana sektor jasa keuangan bisa berperan aktif dalam pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalteng Primandanu Febriyan Aziz di Palangka Raya, seperti dikutip Borneonews pada Senin, 27 April 2026.
Ia menyebutkan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah sekitar 4,8 persen pada akhir 2025 perlu terus didorong melalui inovasi dan pengembangan UMKM, dengan Kota Palangka Raya menjadi wilayah dengan penyaluran KUR terbesar. (HERMAWAN DP/y)
OJK Kalteng Catat Penyaluran KUR Tembus Rp821 Miliar Hingga April 2026
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
OJK Kalteng Perkuat Inklusi Keuangan hingga Desa, Sasar Penyandang Disabilitas dan Pelajar
OJK Kalteng Manfaatkan Momentum BIK 2026, Dorong Masyarakat Bangun Ketahanan Finansial
Karhutla Ancam Kredit Rp10,32 Miliar, OJK Catat 40 Debitur Terdampak
OJK Kalteng Klaim Edukasi Pasar Modal di Kampus Cetak 816 SID Baru
OJK dan Pengamat Minta Ekonomi Hijau Kalteng Harus Berkelanjutan
OJK Kalteng Dorong Mahasiswa Pahami Investasi Legal dan Berisiko
Komentar (0)
Memuat komentar…







