SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Intensitas hujan sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Sampit sejak Kamis pagi (30/4/2026) menyebabkan genangan air di beberapa wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.

Air luapan tidak hanya mengganggu kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga merendam halaman rumah warga dan fasilitas umum di dua kecamatan, yakni Mentawa Baru Ketapang dan Baamang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur melaporkan bahwa genangan mulai muncul sejak pukul 06.45 WIB seiring dengan terbentuknya awan konvektif yang menyelimuti wilayah tersebut secara merata.

“Genangan air terjadi di beberapa titik di Mentawa Baru Ketapang seperti Jalan HM Arsyad, Jalan Pelita, dan DI Panjaitan. Di Baamang, jalan Cristopel Mihing, Kenan Sandan, Tjilik Riwut, dan Walter Condrat juga mengalami genangan dengan ketinggian bervariasi,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam K. Anwar, dalam laporan resminya Kamis siang. 

Dampak banjir juga dirasakan oleh puluhan rumah warga dengan ketinggian air mencapai 10 hingga 20 sentimeter di halaman. Data BPBD mencatat setidaknya 51 rumah terdampak banjir, tersebar di beberapa lokasi antara lain 1 rumah di Jalan Sampurna, 14 rumah di Jalan Jeruk 1, 2 rumah di Jalan Kenan Sandan, 2 rumah di Jalan Hasan Mansur, 7 rumah di Jalan Walter Conrad, 1 rumah di Jalan Gunung Kelud, serta 24 rumah di Jalan Cristopel Mihing.

Tidak hanya permukiman, sejumlah fasilitas umum juga terendam, termasuk SDN 2 Mentawa Baru Hilir, Kantor Kelurahan Mentawa Baru Hilir, halaman Kantor Stasiun Meteorologi H. Asan, apron Bandara H. Asan, serta beberapa kios di Jalan Hasan Mansur.

Menurut Multazam, kondisi ini disebabkan oleh aktivitas atmosfer yang kuat dengan pertemuan angin pada ketinggian sekitar 3.000 kaki yang memicu pembentukan awan hujan dengan suhu puncak sangat rendah. 

“Kelembapan udara juga tinggi, berada di kisaran 80 sampai 100 persen, sehingga potensi hujan masih cukup besar,” jelasnya dalam laporan kaji cepat.

Lebih lanjut,pihaknya juga menginformasikan bahwa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun H. Asan sudah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem sejak pagi hari yang berlaku hingga siang hari. 

Petugas Tim Reaksi Cepat BPBD bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan di sejumlah titik terdampak. Beberapa lokasi mulai menunjukkan penurunan ketinggian genangan air seiring meredanya hujan.

“Sebagian wilayah sudah mulai surut, namun kami tetap melakukan pemantauan karena kondisi cuaca masih berpotensi berubah,” tambah Multazam.

Hingga siang hari, sejumlah ruas jalan masih tergenang dengan ketinggian mulai berkurang. Aktivitas warga secara bertahap kembali normal, meskipun para pengendara diimbau untuk tetap waspada saat melewati titik-titik rawan genangan agar terhindar dari kecelakaan atau kendala lalu lintas. (DEVIANA/H)