BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya bersama PT Pertamina Patra Niaga, dan unsur terkait menyepakati sejumlah langkah darurat untuk mengatasi antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah SPBU di Kota Palangka Raya.
Kesepakatan tersebut disampaikan Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, usai rapat koordinasi penanganan permasalahan BBM yang digelar di Ruang Rapat Peteng Karuhei I, Jumat malam (8/5/2026).
Fairid mengatakan, Pertamina menjamin pasokan BBM untuk Kota Palangka Raya akan kembali normal dengan penyaluran mencapai sekitar 205 kiloliter per hari guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Pertamina menjamin stok BBM kembali normal dengan penambahan pasokan sekitar 205 KL per hari,” ujarnya, Jumat 8 Mei 2026
Selain penambahan stok, seluruh SPBU di Palangka Raya juga diminta mengaktifkan seluruh dispenser atau pompa pengisian BBM agar pelayanan kepada masyarakat dapat lebih cepat dan antrean bisa segera terurai. Pemerintah daerah juga akan membantu pengawasan dan dukungan personel di lapangan.
Dalam rapat tersebut juga diputuskan adanya penyesuaian jam operasional SPBU. Seluruh SPBU di Kota Palangka Raya diminta beroperasi mulai pukul 06.00 WIB hingga 01.00 WIB dini hari untuk mengurangi kepadatan antrean pada jam-jam tertentu.
Fairid juga menyampaikan kebijakan sementara terkait penggunaan barcode MyPertamina. Untuk kendaraan roda dua pengguna Pertalite, sementara waktu tidak diwajibkan menggunakan barcode hingga kondisi kembali normal. Sedangkan kendaraan roda empat tetap wajib menggunakan barcode sesuai ketentuan yang berlaku.
“Khusus roda dua untuk sementara tidak memakai barcode sampai kondisi normal, terutama untuk membantu masyarakat dan pengemudi ojek online. Tetapi roda empat tetap menggunakan barcode,” jelasnya.
Pemerintah Kota berharap, langkah-langkah tersebut dapat mempercepat normalisasi distribusi BBM serta mengurangi dampak antrean panjang yang dalam beberapa hari terakhir mengganggu aktivitas masyarakat di Kota Palangka Raya. (MARINI/H)









