PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sukses menggelar GEMPITA 2026 (Gebyar Literasi PeKA, QRIS, dan Cinta Bangga Paham Rupiah) selama dua hari, di M Bahalap Hotel Palangka Raya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi sistem pembayaran digital, pelindungan konsumen, serta peningkatan penggunaan transaksi non tunai.

Sekitar 300 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari unsur OJK, Satgas PASTI, ASN pemerintah daerah, BAZNAS, UMKM, pelajar, mahasiswa hingga berbagai komunitas di Kota Palangka Raya.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalteng, Yuliansah Andrias mengatakan GEMPITA 2026 hadir sebagai gerakan kolaboratif untuk mendorong masyarakat semakin melek digital, cerdas bertransaksi dan bangga menggunakan Rupiah.

“Melalui sinergi berbagai pihak, kami ingin membangun ekosistem pembayaran digital yang inklusif, aman dan berdaya saing,” ujarnya saat membuka kegiatan, Selasa, 12 Mei 2026.

Dalam kegiatan tersebut, BI Kalteng juga meluncurkan delapan program dan lomba strategis GEMPITA 2026. Program itu meliputi Mini Championship TP2DD, SP Bahalap dan Merchant Bahalap, Kas Titipan Perfect, HAPAQAT, Geber PeKA Bakena, Duta PeKA Digital dan UGC Mandatory, QRIS Warzone hingga Lomba Basket 5x5 CBP Rupiah Championship.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan talkshow mengenai sistem pembayaran digital dan program Cinta Bangga Paham Rupiah (CBP Rupiah). Diskusi menghadirkan narasumber dari Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, AFTECH serta perwakilan BI Kalteng.

Selain membahas perkembangan QRIS dan interoperabilitas transaksi digital, peserta juga mendapat edukasi mengenai pelindungan konsumen dan kewaspadaan terhadap penipuan digital.

Pada hari kedua, kegiatan diisi dengan Focus Group Discussion (FGD) interoperabilitas sistem pembayaran bersama industri perbankan dan Bank Indonesia.

"Melalui GEMPITA 2026, BI Kalteng berharap penguatan literasi digital dan sistem pembayaran non tunai di daerah dapat terus berkembang secara inklusif, aman dan efisien di tengah percepatan transformasi digital masyarakat," pungkasnya. (MARINI/Y)