SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah mengingatkan generasi muda agar lebih bijak dalam mengelola keuangan dan tidak terjebak pola hidup konsumtif akibat tren YOLO, FOMO maupun FOPO.

Asisten Manajer Bidang Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Keuangan Daerah OJK Kalimantan Tengah, Khansa Muthia Rizkianti, mengatakan anak muda saat ini perlu memahami pentingnya mengatur keuangan sesuai kebutuhan, bukan sekadar mengikuti gaya hidup atau tekanan lingkungan sosial.

Menurutnya, pola pikir YOLO atau You Only Live Once sering membuat seseorang terlalu mudah menghabiskan uang demi kesenangan sesaat tanpa memikirkan kondisi finansial jangka panjang.

"Biasanya itu seperti 'Aduh udahlah uang tuh bisa dicari, tapi nongkrong tuh kapan lagi gitu'. Pola seperti ini yang harus dihindari," ujar Khansa, Kamis, 14 Mei 2026.

Selain YOLO, Khansa juga mengingatkan bahaya FOMO atau Fear of Missing Out, yakni rasa takut tertinggal tren dari orang lain. Kondisi ini sering membuat seseorang membeli barang hanya karena mengikuti lingkungan pertemanan.

"Misalkan melihat teman punya sepatu baru atau memakai iPhone 17, kemudian merasa ingin juga memiliki," katanya.

Tidak hanya itu, generasi muda juga diminta menghindari FOPO atau Fear of Other People’s Opinion, yakni rasa takut terhadap penilaian orang lain.

Menurut Khansa, seseorang tidak perlu memaksakan diri demi gengsi atau pengakuan sosial, seperti harus selalu menggunakan barang terbaru agar dianggap setara dengan lingkungan sekitar.

"Tidak masalah memakai HP lama atau kendaraan sederhana. Jangan sampai hidup kita dikendalikan opini orang lain," ucapnya.

Sebagai solusi, OJK mengajarkan konsep YONO atau You Only Need One. Konsep tersebut mengajak masyarakat untuk fokus pada kebutuhan utama dan tidak berlebihan dalam memenuhi keinginan.

"Yang penting buat kebutuhan. Tidak perlu ikut-ikutan yang lain, tidak usah terpengaruh dengan opini orang lain," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)