BORNEONEWS, Palangka Raya -JUMLAH penduduk miskin di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) turun. Penurunan angka penduduk miskin ini mencapai 10.666 orang atau 0,55%. Pasalnya per September 2016 jumlah orang miskin mencapai 137.463 orang atau 5,36% dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2015 yang berjumlah 148.129 orang atau 5,91%.
“Jumlah penduduk miskin berkurang sebanyak 10.666 orang (0,55 %). Saat ini angka kemiskinan Kalteng 5,36%), ini hal yang cukup bagus dibanding tahun lalu di bulan yang sama mencapai 5,91%,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng Hanif Yahya saat ditemui Borneonews di kantornya, Selasa (3/1/2017).
Ia menjelaskan penduduk Miskin merupakan penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Garis Kemiskinan pada September 2016 yaitu sebesar Rp 380.524, mengalami kenaikan dari September 2015 yang hanya sebesar Rp 362.729. Dengan kata lain, garis kemiskinan naik 4,91%.
Menurut Hanif, peranan komoditas makanan terhadap Garis Kemiskinan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Pada September 2016, sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan sebesar 79,77 %, kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi September 2015 yaitu sebesar 79,73%.
Sedangkan jika membandingkan berapa besar angka kemiskinan di Perkotaan dengan Perdesaan, Hanif menjelaskan lebih banyak penduduk miskin di desa ketimbang di kota. Selama periode September 2015 –September 2016 penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 8.108 orang (dari 48.723 orang pada September 2015 menjadi 40.615 orang pada September 2016), sementara di daerah perdesaan berkurang 2.558 orang, dari 99.406 orang pada September 2015 menjadi 96.848 orang pada September 2016.
“Penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2015 sebesar 5,68%, turun menjadi 4,49 % pada September 2016. Sementara penduduk miskin di daerah perdesaan turun dari 6,02 % pada September 2015 menjadi 5,83% pada September 2016,” jelas dia. (RZ/B-8)








