SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Operasional dua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih menunggu pengadaan dan suplai perlengkapan dari pemerintah pusat sebelum dapat beroperasi penuh melayani masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kotim Muslih mengatakan dua KDMP yang telah selesai dibangun berada di Desa Eka Buhurui dan Kelurahan Baamang Barat.

"Untuk operasional Koperasi Merah Putih di Desa Eka Buhurui dan Kelurahan Baamang Barat itu kita menunggu suplai bahan dari pusat karena pengadaannya semuanya dari pusat dan jadi satu," kata Muslih, Jumat, 22 Mei 2026.

Ia menjelaskan, seluruh perlengkapan koperasi, mulai dari barang dagangan hingga kendaraan operasional, akan disediakan melalui pengadaan terpusat dari pemerintah pusat.

Fasilitas yang nantinya tersedia di KDMP cukup lengkap untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa.

"Seperti yang kita saksikan tadi disitu ada kelengkapan barang-barang, kemudian ada bahan-bahan yang dijual, termasuk juga ada satu unit truk, satu unit pick up, juga ada tosa dan sebagainya. itu semuanya nanti sesuai dengan petunjuknya itu kita menunggu dari pusat," ujarnya.

Muslih menyebut, saat ini pembangunan fisik dua KDMP tersebut telah rampung 100 persen dan tinggal menunggu distribusi perlengkapan agar dapat segera difungsikan.

Ia berharap kehadiran Koperasi Desa Merah Putih mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat dari tingkat desa sesuai program pemerintah pusat.

"Harapan kami dengan adanya Koperasi Merah Putih ini di desa ini sebagaimana tujuan Presiden adalah menggerakkan ekonomi dari bawah, menggerakkan ekonomi dari masyarakat dan masyarakatlah sebagai pelakunya," katanya.

Menurut Muslih, pada tahap awal masih ada sebagian masyarakat yang meragukan keberadaan program KDMP. Namun pemerintah berharap dukungan masyarakat terus meningkat seiring berjalannya program tersebut.

Ia menjelaskan, KDMP nantinya diharapkan menjadi agen distribusi berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan pokok seperti elpiji, sehingga harga barang dapat lebih terkontrol dan terjangkau.

"KDMP ini adalah sebagai agen nanti dari segala keperluan masyarakat artinya harapannya Koperasi ini misalkan tadi dicontohkan itu LPG itu jadi harganya adalah harga distributor di KDMP. kemudian nanti ke pedagang-pedagang di masyarakat yang di sekitar KDMP nanti harapannya adalah yang sebagai pengecernya sehingga harga bisa dikontrol," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/y)