SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mengakui pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di wilayah perkotaan masih menghadapi kendala utama berupa keterbatasan lahan.

"Beberapa Koperasi Merah Putih juga sudah dilakukan kegiatan pembangunan dan kami sudah berbincang dengan Dandim 1015/Sampit bahwa pemerintah daerah akan selalu mendukung proses percepatan pembangunan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kotim Muslih, Jumat, 22 Mei 2026.

Ia menjelaskan, untuk tahap pertama pembangunan KDMP di Kotim disebut telah melampaui target dan kini memasuki tahap kedua. Pemerintah berharap target pembangunan koperasi tersebut dapat tercapai hingga Agustus 2026 mendatang.

"Untuk tahap pertama di Kotim kita sudah melampaui target dan tinggal di tahap kedua. Mudah-mudahan sampai bulan Agustus target pembangunan di Kotim bisa tercapai. Saat ini ada 12 KDMP yang sudah masuk proses pembangunan," ujarnya.

Namun demikian, Muslih mengungkapkan tantangan terbesar justru terjadi di wilayah kelurahan perkotaan, terutama di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang.

Menurutnya, keterbatasan lahan menjadi hambatan utama dalam pembangunan koperasi di kawasan kota dibandingkan wilayah pedesaan yang relatif masih memiliki banyak lahan kosong.

"Yang menjadi kendala memang kaitan dengan penyiapan lahan, khususnya di kelurahan daerah kota seperti Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang," jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya bersama Kodim 1015/Sampit tengah mencari solusi melalui pemanfaatan aset milik pemerintah daerah yang memungkinkan digunakan sebagai lokasi pembangunan koperasi.

"Kendala kita karena daerah perkotaan ini, jadi kami sedang menyiasati bagaimana aset-aset daerah atau aset pemda yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong KDMP di masing-masing kelurahan," katanya.

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di wilayah desa. Muslih menyebut sekitar 80 persen desa yang akan membangun KDMP sudah memiliki kesiapan lahan sehingga proses pembangunan lebih mudah dilakukan.

"Kalau di desa hampir 80 persen sudah ada tanahnya, tinggal proses pembangunan. Mereka lebih mudah mencari lahannya dibanding daerah perkotaan," tambahnya.

Sebagai informasi, dari total 168 desa dan 17 kelurahan di Kotim, saat ini sudah ada dua bangunan Koperasi Merah Putih yang rampung 100 persen, yakni di Desa Eka Buhurui dan Kelurahan Baamang Barat.

Meski bangunan telah selesai dibangun, operasional kedua koperasi tersebut masih menunggu suplai perlengkapan dan barang dari pemerintah pusat. (DEWI PATMALASARI/y)