PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah menilai penguatan literasi keuangan syariah masih menjadi pekerjaan penting, terutama di kalangan generasi muda dan pelajar.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz mengatakan, berdasarkan data literasi dan inklusi keuangan tahun 2025, tingkat pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah masih perlu ditingkatkan meski akses layanan keuangan terus mengalami pertumbuhan.

“Indeks literasi keuangan nasional tercatat sebesar 66,46 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan nasional mencapai 80,51 persen. Namun untuk sektor syariah, indeks literasi keuangan syariah baru mencapai 43,42 persen dan indeks inklusi keuangan syariah sebesar 13,41 persen,” kata Primandanu pada Jumat, 22 Mei 2026.

Menurut Primandanu, data tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan syariah dengan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, OJK terus mendorong berbagai program edukasi dan sosialisasi agar masyarakat semakin mengenal produk serta layanan keuangan syariah secara lebih luas.

Ia menambahkan, pada segmen pelajar dan mahasiswa, indeks literasi keuangan tercatat sebesar 61,76 persen, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 84,42 persen.

“Kondisi ini menunjukkan akses pelajar dan mahasiswa terhadap layanan keuangan sudah cukup tinggi. Namun akses tersebut harus diimbangi dengan edukasi keuangan yang berkelanjutan agar mereka mampu menggunakan produk dan layanan jasa keuangan secara bijak, aman, dan bertanggung jawab,” katanya.

Primandanu menegaskan, generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun budaya keuangan yang sehat di masa mendatang. Oleh sebab itu, penguatan literasi keuangan sejak dini menjadi langkah penting untuk menciptakan masyarakat yang semakin cerdas dalam mengelola keuangan.

OJK Kalteng juga terus memperluas kolaborasi dengan lembaga pendidikan, industri jasa keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat ekosistem literasi dan inklusi keuangan, termasuk pada sektor keuangan syariah. (TESTI PRISCILLA/H)