PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan pentingnya penguatan literasi keuangan dan pelindungan konsumen sebagai langkah membangun masyarakat yang bijak, waspada, dan terlindungi dalam memanfaatkan layanan sektor jasa keuangan.

Hal tersebut disampaikan Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah yang diwakili Asisten Direktur Senior Kantor OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Andrianto Suhada dalam paparannya pada kegiatan edukasi keuangan di momen Kalteng Expo.

Andrianto mengatakan masyarakat perlu memahami manfaat sekaligus risiko dari setiap produk maupun layanan keuangan sebelum mengambil keputusan. Menurutnya, pemahaman tersebut menjadi penting agar masyarakat tidak mudah terjebak pada tawaran yang merugikan.

“Masyarakat perlu memahami manfaat dan risiko setiap produk atau layanan keuangan, serta memastikan aspek legal dan logis sebelum mengambil keputusan,” terang Andrianto dalam rilisnya pada Senin, 25 Mei 2026.

Ia menambahkan, kewaspadaan terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, hingga berbagai modus penipuan atau scam perlu terus ditingkatkan. Masyarakat diminta tidak mudah tergiur dengan penawaran keuntungan tidak wajar maupun permintaan data pribadi yang mencurigakan.

"Maraknya perkembangan teknologi digital turut memunculkan berbagai modus kejahatan keuangan yang semakin beragam. Karena itu, edukasi dan literasi keuangan dinilai menjadi benteng utama dalam melindungi masyarakat dari potensi kerugian finansial," tuturnya.

OJK Kalteng terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan jasa keuangan yang telah berizin dan diawasi resmi. Melalui penguatan literasi keuangan dan pelindungan konsumen, diharapkan masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan serta lebih aman dalam bertransaksi di era digital. (TESTI PRISCILLA/H)