BORNEONEWS, Palangka Raya - Cerita unik selalu muncul saat manusia memulai hal baru. Seperti yang dialami Manajer Unit Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan (UKKK) Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah, Paulus BW Sopamena saat libur Natal 2016.
Kebiasaan keluarganya saat open house memberikan sejumlah uang kepada anak-anak kecil. Tidak banyak, hanya Rp3.000 per anak. Namun tiba-tiba saja sejumlah anak datang ke rumahnya berharap mendapatkan uang kecil ini. Bukan perihal jumlahnya, tapi karena Paulus memberikan pecahan uang rupiah yang baru diterbitkan Bank Indonesia.
"Belum pernah ada banyak sekali anak-anak ke rumah saya di Samarinda. Tahun lalu kok banyak sekali. Ternyata yang sudah dapat itu cerita ke teman-temannya bahwa saya memberikan uang rupiah baru," cerita Paulus saat menerima kunjungan open house Natal di rumah jabatannya di Palangka Raya, Rabu (4/1/2017).
Kesempatan langka ini tidak disia-siakan oleh pria yang memang berkewajiban mensosialisasikan keberadaan uang rupiah baru ini.
"Anak-anak kan maunya terima uang langsung pulang. Saya suruh mereka makan dulu. Sambil makan, saya jelaskan uang rupiah ini kepada anak-anak. Lumayan kan sosialisasi ke anak-anak," ceritanya sambil tertawa.
Memang diakuinya pecahan baru uang rupiah belum disebar secara merata di seluruh wilayah Kalimantan Tengah dan hanya bisa didapat dengan menukarkan uang lama dengan uang baru di kantor perwakilan Bank Indonesia. (TESTI PRISCILLA/B-6)
Kebiasaan keluarganya saat open house memberikan sejumlah uang kepada anak-anak kecil. Tidak banyak, hanya Rp3.000 per anak. Namun tiba-tiba saja sejumlah anak datang ke rumahnya berharap mendapatkan uang kecil ini. Bukan perihal jumlahnya, tapi karena Paulus memberikan pecahan uang rupiah yang baru diterbitkan Bank Indonesia.
"Belum pernah ada banyak sekali anak-anak ke rumah saya di Samarinda. Tahun lalu kok banyak sekali. Ternyata yang sudah dapat itu cerita ke teman-temannya bahwa saya memberikan uang rupiah baru," cerita Paulus saat menerima kunjungan open house Natal di rumah jabatannya di Palangka Raya, Rabu (4/1/2017).
Kesempatan langka ini tidak disia-siakan oleh pria yang memang berkewajiban mensosialisasikan keberadaan uang rupiah baru ini.
"Anak-anak kan maunya terima uang langsung pulang. Saya suruh mereka makan dulu. Sambil makan, saya jelaskan uang rupiah ini kepada anak-anak. Lumayan kan sosialisasi ke anak-anak," ceritanya sambil tertawa.
Memang diakuinya pecahan baru uang rupiah belum disebar secara merata di seluruh wilayah Kalimantan Tengah dan hanya bisa didapat dengan menukarkan uang lama dengan uang baru di kantor perwakilan Bank Indonesia. (TESTI PRISCILLA/B-6)








